Prabowo Ungkap Alasan Beri Taklimat ke 800 Pejabat di Istana

Media Indonesia
08/4/2026 15:03
Prabowo Ungkap Alasan Beri Taklimat ke 800 Pejabat di Istana
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan 800 pejabat negara mulai dari menteri sampai dengan eselon I kementerian/lembaga saat Rapat Kerja Pemerintah di Halaman Tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 pejabat tinggi negara mulai dari menteri, eselon I, petinggi TNI-Polri, Kejaksaan Agung, hingga direksi BUMN di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (8/4). Pertemuan ini digelar dalam rangka Rapat Kerja Pemerintah untuk memberikan taklimat sekaligus mengevaluasi jalannya pemerintahan.

Taklimat Prabowo

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo membangkitkan optimisme para birokrat yang telah menjalankan mandat selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan sejak Oktober 2024.

“Maksud dan tujuan rapat kerja ini adalah kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan, bisa dikatakan satu tahun lebih kita menjalankan mandat kita sebagai mandataris rakyat,” ujar Presiden Prabowo mengawali arahannya.

Di hadapan jajaran pejabat negara, Presiden mengapresiasi kinerja birokrasi yang mampu mengendalikan arah bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

"Alhamdulillah, kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita handal, dan dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," tegas Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa penilaian positif tersebut bukan sekadar klaim, melainkan dibuktikan dengan berbagai prestasi yang dapat diukur secara matematis serta memiliki wujud fisik yang nyata di lapangan.

Waspadai Krisis Global dan Ancaman Deepfake

Meski memberikan apresiasi, Kepala Negara juga memberikan peringatan keras mengenai potensi ancaman yang membayangi banyak negara, termasuk Indonesia. Ada tiga krisis utama yang menjadi sorotan Presiden: krisis pangan, krisis energi, dan krisis air.

Selain masalah sumber daya, Presiden Prabowo mengingatkan para birokrat untuk waspada terhadap ancaman yang lahir dari kemajuan teknologi. Ia menyoroti maraknya berita bohong dan konten manipulatif hasil kecerdasan buatan.

"Ancaman berita bohong, konten-konten hasil manipulasi AI, seperti salah satunya deepfake, harus menjadi perhatian serius," imbuhnya.

Rapat kerja yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung dengan suasana khidmat. Presiden Prabowo tampak mengenakan kemeja safari putih dan kopiah hitam, senada dengan mayoritas peserta yang hadir, kecuali para petinggi TNI yang mengenakan seragam kebesaran matra masing-masing.

(Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya