Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LETNAN Jenderal (Letjen) TNI Yudi Abrimantyo merupakan salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan strategi pertahanan. Ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, posisi penting yang berperan dalam menjaga keamanan nasional melalui analisis intelijen militer.
Karier Yudi Abrimantyo dikenal luas karena kombinasi pengalaman di lapangan sebagai prajurit elite serta penugasan di lingkungan strategis pertahanan.
Letjen TNI Yudi Abrimantyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki latar belakang sebagai prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite TNI Angkatan Darat.
Pengalaman di Kopassus menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan operasional, intelijen, serta kepemimpinan di berbagai penugasan.
Sepanjang kariernya, Yudi Abrimantyo telah menduduki berbagai jabatan penting, khususnya di bidang intelijen dan kebijakan pertahanan.
Beberapa posisi strategis yang pernah diemban antara lain:
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam perumusan kebijakan serta pengelolaan sistem pertahanan nasional.
Letjen TNI Yudi Abrimantyo dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada 2024. Jabatan ini menempatkannya sebagai pimpinan lembaga intelijen militer yang berada langsung di bawah Panglima TNI.
Sebagai Kabais, ia memiliki tanggung jawab utama:
Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI merupakan salah satu unsur utama dalam sistem pertahanan negara. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat pengolahan informasi intelijen militer yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ancaman eksternal hingga dinamika keamanan dalam negeri.
Keberadaan BAIS menjadi penting dalam menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk konflik non-konvensional, ancaman siber, hingga dinamika geopolitik regional.
Letjen TNI Yudi Abrimantyo dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman seimbang antara operasi lapangan dan birokrasi strategis. Latar belakang Kopassus memberinya pengalaman taktis, sementara penugasan di Kementerian Pertahanan dan lembaga strategis memperkuat kemampuan analisis dan kebijakan.
Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu figur penting dalam penguatan intelijen militer Indonesia.
Dengan rekam jejak panjang di bidang intelijen dan pertahanan, Letjen TNI Yudi Abrimantyo menjadi bagian dari jajaran pimpinan TNI yang berperan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Jabatan Kabais yang diembannya menempatkannya di garis depan dalam membaca dan merespons berbagai potensi ancaman terhadap negara. (Z-10)
LETJEN TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Ini beberapa nama yang berpotensi mengisi jabatan tersebut.
PAKAR komunikasi sosial politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Rusdin Tahir menyoroti terkait penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.
Bulog bantah berita hoaks tentang jabatan Direktur Utama Perum Bulog menjadi Kabais TNI.
KOMISIONER Komnas HAM, Amiruddin al Rahab menangapi menanggapi pergantian Kepala Bais atau Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo. Menurutnya itu sinyalemen baik dan minta Kabais TNI diperiksa
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menegaskan bahwa langkah Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo yang menyerahkan jabatannya belum cukup
Simak profil lengkap Letjen TNI Yudi Abrimantyo, Kabais TNI yang resmi mundur per 25 Maret 2026 buntut kasus penyiraman air keras aktivis KontraS.
Penentuan forum peradilan bagi anggota militer harus didasarkan pada sifat tindak pidana yang dilakukan, bukan jabatan atau status pelakunya.
Transparansi proses hukum terhadap empat terduga pelaku, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, menjadi pertaruhan
KemenHAM desak penerapan mekanisme koneksitas dalam kasus penyiraman air keras Andrie Yunus oleh oknum BAIS TNI. Simak alasan pentingnya koordinasi TNI-Polri demi transparansi hukum
Wamen HAM Mugiyanto menegaskan penyelidikan kekerasan terhadap aktivis Andrie Yunus harus menyelidiki semua pihak yang terlibat, termasuk aktor di balik peristiwa.
Wamen HAM: Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus Harus Transparan, TNI Perlu Perbaiki Disiplin Internal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved