Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan dalam misi International Stabilization Force (ISF). Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait komitmen Indonesia usai ditunjuk sebagai wakil komandan ISF.
“Ya, kita siap, kita siap,” ujar Prabowo usai pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington, AS, Kamis (19/2) waktu setempat.
Menurut Kepala Negara, pengiriman tahap awal kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat. Prabowo menyebut kelompok pendahulu atau advance team berpotensi diberangkatkan dalam satu hingga dua bulan mendatang.
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” kata Prabowo.
Selain menyatakan kesiapan pengiriman personel, Prabowo juga mengonfirmasi Indonesia diminta menempati posisi wakil komandan atau deputy commander dalam struktur ISF. Permintaan tersebut datang dari AS.
Prabowo menyebut nantinya sosok yang akan dikirim untuk mengemban tugas wakil komandan akan dipilih yang terbaik.
“Ya, mereka minta kita jadi deputy commander,” ungkapnya.
“Ya dipilih, kita cari yang bagus,” imbuh Prabowo.
Indonesia menjadi negara pertama yang menyatakan kesediaan mengirim tentara untuk pasukan ISF. Pemerintah sebelumnya menyatakan kesiapan untuk mengirim hingga 8.000 personel. Jumlah itu menjadi bagian dari target total kekuatan ISF yang dirancang mencapai 20.000 prajurit.
Sejumlah negara lain kini menyusul Indonesia untuk menyatakan komitmennya. Maroko disebut akan mengirimkan pasukan. Itu menjadikannya negara Arab pertama yang menyatakan kesediaan bergabung dalam misi tersebut.
Selain itu, Albania, Kazakhstan, dan Kosovo juga menyatakan akan mengirim pasukan untuk ISF. (Z-10)
Presiden Prabowo Subianto bertemu Luhut Pandjaitan bahas strategi ekonomi nasional di tengah dinamika global, fokus stabilitas, daya beli, bansos digital, dan investasi.
Pemerintah mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa DPR kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah berupa penerbitan Surat Presiden (Surpres).
Sejak lama berbagai elemen masyarakat, mulai dari pekerja rumah tangga, akademisi, jurnalis, politisi, hingga tokoh agama, terus mendorong agar RUU tersebut segera disahkan.
RUU PPRTĀ tak kunjung disahkan. Koalisi Sipil bersama para pekerja rumah tangga mendesak pemerintah segera menerbitkan Surat Presiden (Surpres).
Prabowo dorong Indonesia tinggalkan BBM dan beralih ke energi listrik. Target produksi mobil listrik massal 2028, industri nasional mulai digenjot.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved