Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUHAMMADIYAH akan tetap bersikap independen dan netral dalam menghadapi situasi politik pascakeputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pemilu 2024. Ia pun mengingatkan agar segala dinamika yang dilakukan oleh para aktor politik harus tetap mematuhi hukum dan ketentuan yang sudah ditetapkan.
"Apapun proses politik yang dilakukan oleh partai politik mana pun, menurut saya, silakan saja, selama tetap berpegang kepada koridor hukum serta ketentuan dan mekanisme yang berlaku," terang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Silaturahmi Idul Fitri 1445 H Keluarga Besar Muhammadiyah pada Minggu (28/4) yang bertempat di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (28/4).
Ia juga mengingatkan, semangat yang dilandaskan ialah mempersatukan dan memajukan bangsa. "Ini juga menjadi momentum kita bersama untuk berintrospeksi bahwa segala kekeliruan, baik selama Pemilu kemarin maupun kehidupan berbangsa, kemungkinan karena keterlibatan secara kolektif," ujar Haedar.
Baca juga : Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait Pemilu 2024
Ia juga berpesan agar pemerintah dapat terus melakukan prinsip checks and balances demi terciptanya proses saling mengontrol satu sama lain. Dengan cara itu, kekuasaan tidak terpusat hanya di satu lembaga.
Bentuk pengawasan pun dapat dilakukan oleh lapisan masyarakat, termasuk oleh Muhammadiyah. Menurut Haedar, Muhammadiyah selama ini telah rutin memberikan saran maupun kritik atas berbagai isu bangsa.
"Prinsip checks and balances ini sangat diperlukan. Karenanya, siapa pun sebaiknya memang tidak boleh bersikap antikritik," lanjut dia.
Baca juga : Haedar Nashir Ajak Semua Pihak Menghormati Pilihan Rakyat
Selama ini, Muhammadiyah selalu mendukung dan membantu terhadap hal-hal positif dan konstruktif, tetapi juga memberikan kritik atas hal-hal yang dirasa kurang pas. Kritik yang disampaikan oleh Muhammadiyah, lanjut dia, tetap berada dalam koridornya sebagai organisasi masyarakat berbasis keagamaan dan kemasyarakatan.
Guru besar UMY di bidang Sosiologi itu memandang perbedaan preferensi politik saat Pemilu sebagai hal yang wajar di kalangan masyarakat, termasuk di Muhammadiyah. Agenda silaturahmi ini dianggap menjadi momentum untuk melupakan hal tersebut serta terus berproses ke depan. Ia berharap agar setelah ini dapat tercipta hubungan yang semakin baik antarsesama.
"Semangat dalam menyambung tali silaturahmi itu berada dalam curahan rahmat dan kasih sayang Allah. Perbaikilah hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia, karena dengan menyambung silaturahmi kepada sesama," kata dia.
Dengan cara itu, ia meyakini Allah akan menyambung silaturahmi kepada orang tersebut. "Apapun perbedaan pilihan yang terjadi sebelumnya di masyarakat harus segera dicairkan agar kita dapat terus melihat ke depan untuk membenahi bangsa dan negara ini," pungkas Haedar. (Z-2)
Haedar Nashir berpesan agar UMSU di bawah kepemimpinan yang baru dapat menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan sebaik mungkin.
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa gelar akademik tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai intelektual sejati.
Tantangan masa depan, baik di level lokal, nasional, maupun global, membutuhkan pemikiran yang tajam serta relevan.
Muhammadiyah mengutuk segala bentuk penindasan yang dilakukan Zionis Israel dan menilai kondisi global saat ini mencerminkan kegagalan peradaban modern yang bersifat katastropik.
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir minta masyarakat tak persoalkan perbedaan Idul fitri 1447 H. Ia dorong kalender global tunggal sebagai solusi masa depan.
Dalam khutbah Idulfitri 1447 H di UMY, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan ibadah Ramadan harus melahirkan perubahan perilaku nyata.
Semenjak gencatan senjata, tidak perubahan yang terjadi di Gaza, bahkan pembunuhan oleh tentara Israel masih berlanjut
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy menyatakan belum mendalami skema soal wacana pemerintah mengenai war tiket haji.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved