Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDAFTARAN capres-cawapres tinggal menghitung hari. Hingga kini bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum mengenalkan siapa yang akan mendampingi mereka.
Di berbagai bursa, nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa mencuat digadang-gadang cocok untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Publik menganggap latar belakang militer Andika Perkasa dapat mengisi kekosongan Ganjar Pranowo untuk hadapi lawan beratnya, Prabowo Subianto.
Analis politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting beranggapan, secara spesifikasi karir militer Andika Perkasa terbilang lebih unggul dari Prabowo.
Baca juga: Temui Prabowo, Akademisi Dorong Nama Ridwan Kamil Sebagai Bakal Cawapres
“Andika bintang empat, Prabowo bintang tiga. Andika sampai KSAD dan Panglima TNI. Prabowo hanya sampai Panglima Kostrad dan Komandan Sesko TNI,” tutur Selamat Ginting dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/10).
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti perbedaan dari kedua individu tersebut. Khususnya dalam aspek psikologis.
Baca juga: Megawati Sering Bertemu Khofifah dan Mahfud, Kandidat Kuat Cawapres?
“Andika humanis, Prabowo temperamen. Andika human interested-nya bagus, namun (tetap) bisa bersikap tegas,” lanjutnya.
Di lain kesempatan, pengamat politik Djuni Thamrin bahkan menyoroti sosok Andika Perkasa yang tidak memiliki sejarah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
“Andika unggul dalam hal tidak mempunyai catatan hitam dalam perjalanan kariernya sebagai militer dan ia relatif sukses membangun HAM dan demokratisasi dalam SOP militer,” urai Djuni Thamrin beberapa waktu lalu.
Kembali pada Selamat Ginting, Andika Perkasa menurutnya jauh lebih unggul dalam pendidikan umum. Hal itu ditengarai berbagai gelar akademik yang disandang Andika Perkasa dari universitas ternama di Amerika Serikat hingga strata 3.
“Pendidikan umum, Andika lebih bagus, gelar doktor. Prabowo setelah lulus Akmil tidak pernah mengenyam pendidikan umum lagi,” tutupnya. (Z-7)
Mantan Kabais TNI, Soleman B Ponto, menegaskan bahwa karakter keras dalam peradilan militer merupakan konsekuensi logis dari tuntutan disiplin dan kesiapan tempur prajurit.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
WALHI menyoroti keterlibatan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan penguatan peran militer dalam Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
kasus dugaan penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus dan keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas sistem peradilan militer di mata publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved