Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono menduga kasus penyekapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja telah berlangsug sejak lama. Dirinya meyakini jumlah total WNI yang pernah mengalami kasus penyekapan serupa mencapai lebih dari ratusan pekerja.
"Seperitnya ini sudah cukup banyak. lebih dari ratusan WNI terkena perekrutan secara online lalu dijanjikan segala macam hal terbang ke Kamboja lalu ketika tiba paspor merkea di tahan," ungkap Dave saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/7).
Dave menuturkan mayoritas WNI dipaksa bekerja sebagai agen-agen marketing peniupuan hingga perjudian online. Untuk mecegah hal serupa terulang Dave mendorong agar semua pihak untuk terlibat aktif mengusut pola perekrutan dan pengirimian para WNI ke Kamboja.
"Semua harus terlibat mencegah kejadian di kamboja terulang mulai dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bada Intelijen Nasional (BIN), hingga pihak kepolisian," ungkapnya.
Sebelumnya, Dave mengungkapkan kerabat jauhnya menjadi salah satu dari 53 WNI yang sempat disekap di Kamboja.Dave bercerita kerabatnya itu korban penipuan. Diiming-imingi pekerjaan dengan imbalan yang layak, namun sesampainya di sana disekap dan paspornya ditahan.
Baca juga: ACT Selewengkan Dana Umat Sebesar Rp450 Miliar
"Jadi ada keluarga, kerabat kami, anaknya itu ikut secara online. Lalu diberikan tiket, diberikan gaji dan segala macam. Tapi pas sampai sana ternyata enggak. Akhirnya disekap, paspor ditahan segala macam," kata Dave
Dave mengatakan calon korban yang diincar adalah orang-orang yang jago menggunakan komputer dan bidang komunikasi.
"Mereka yang memiliki pengetahuan tentang menggunakan komputer dan lancar komunikasinya, mereka digoda dengan hal itu, lalu diberangkatkan dan disekap. Paspornya disimpan sehari kalau nggak salah infonya ya," tambahnya.
Dave menyebut tempat penyekapan korban saat itu tidak mudah diakses. Ia mengaku sempat menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Kamboja.
"Sempat saya komunikasi dengan Dubes kita di sana juga the best juga, sudah sempat mengontak dengan pihak berwenang di sana," ujar Dave. (OL-4)
Kendaraan di dalam truk kontainer itu, merupakan sebagian dari hasil pembongkaran kasus penyelundupan ribuan kendaraan bermotor ke luar negeri secara ilegal
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL berhasil menggagalkan penyelundupan 192 botol miras ilegal di Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
WN Vietnam ditahan usai penyelundupan 796,34 kg sisik trenggiling di Pelabuhan Merak terungkap. Kasus ini diduga terkait jaringan lintas negara.
BALAI Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terus mendalami perkara penyelundupan sisik trenggiling yang diungkap dari kapal asing berbendera Vietnam.
Para tersangka mengaku telah melakukan penyelundupan sebanyak dua kali dengan total volume mencapai 11,2 ton pasir timah.
Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan ekspor ilegal 3.053 kg sisik trenggiling ke Kamboja. Nilainya ditaksir mencapai Rp183 miliar.
Otoritas Kamboja tangkap 81 WNA terkait sindikat romance scam. Pasca-operasi besar, sekitar 223.610 warga asing dilaporkan kabur meninggalkan negara tersebut.
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
Untuk dua minggu ke depan, tercatat 257 WNI yang telah membeli tiket penerbangan ke Indonesia.
SCAMÂ Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
WNI yang memerlukan dokumen perjalanan sementara dan telah memperoleh fasilitasi keringanan denda keimigrasian juga disebut membeli tiket kepulangan secara mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved