Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum memastikan operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan tidak berdampak terhadap kelancaran proses Pilkada serentak 2020.
Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, proses pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dikerjakan secara kolektif kolegial.
"Apa yang menjadi tugas dan wewenang KPU ya dikerjakan berenam. (Tugas sosialisasi yang ditangani Wahyu Setiawan) ya nanti akan dibagi tugas lagi. Kan ada Wakorbidnya (wakil koordinator bidang)," katanya di kantor KPU pusat, Jakarta, Kamis (9/1).
Baca juga : OTT Komisioner KPU Bukti KPK Dinahkodai Firli Cs Tetap Garang
Menurut dia, perkara yang menjerat Wahyu Setiawan sebisa mungkin tidak mengganggu kinerja. Maka setelah mendapatkan kejelasan status rekannya yang terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK, Rabu (8/1) itu, lima pimpinan KPU akan merumuskan ulang tugas masing-masing.
Ia juga mengatakan seluruh tahapan dan persiapan pesta demokrasi di 270 daerah akan terus dilanjutkan. Itu termasuk uji coba rekapitulasi berbasis elektronik berikut sosialisasinya.
"Semua jalan terus sesuai yang direncanakan. Semua persiapan penyelenggraan pilkada jalan terus. Intinya semua pekerjakan yang sudah diagendakan tetap berjalan. Intinya begitu," pungkasnya. (OL-7)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved