Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGANET ramai-ramai melayangkan protes terhadap Beti Kristina, saksi yang dihadirkan Tim Hukum Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo – Sandiaga dalam persidangan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6) malam. Pasalnya, Beti dalam keterangannya menyinggung jalan dari kediamannya di Kecamatan Teras Boyolali ke Juwangi harus memakan waktu hingga tiga jam untuk memantau pemungutan suara karena kondisi jalan yang belum diaspal.
"Penampakan depan kantor kecamatan Juwangi. Jalan sudah aspal dan sepertinya akses cukup mudah. Kalau katanya 3 jam baru sampai positif thinking aja mungkin jalannya ngesot jadi agak repot," cuit Andri melalui akun twitternya @kurniawanandri, Kamis (20/6) sambil mengunggah video kondisi jalan.
Komentar pedas juga datang dari Aditya Bagas Pratama melalui akunnya @P3nj3l4j4h SAYA ORANG JUWANGI. "benar yang di katakan mbak beti bahwa Jalan Juwangi tidak ada aspal, tetapi Jalan Juwangi adanya jalan Cor (beton)," katanya sambil mengunggah foto kondisi jalan.
Diketahui saat bersaksi, Beti menuturkan sengaja berjalan dari kediamannya di Kecamatan Teras Boyolali ke Juwangi hingga tiga jam untuk memantai pemungutan suara.
Pengakuan dari Beti Kristina ini mengundang penasaran hakim MK Suhartoyo. Ia langsung memeriksa jarak tempuh Teras menuju ke Juwangi melalui Google Maps, namun tertulis waktu tempuh 1 jam 30 menit.(A-3)
Penampakan depan kantor kecamatan Juwangi. Jalan sudah aspal dan sepertinya akses cukup mudah. Kalau katanya 3 jam baru sampai positif thinking aja mungkin jalannya ngesot jadi agak repot.. pic.twitter.com/m3zDyguoVy
— Andri (@kurniawanandri_) June 20, 2019
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
PAPDI mengungkapkan misinformasi di media sosial menyebabkan cakupan vaksinasi campak 2025 turun drastis, menjauh dari target WHO 95%.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved