Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Hukum Tata Negara Bivitri Susanti mengatakan permohonan kubu Prabowo-Sandi untuk mendiskualifikasi cawapres Ma'ruf Amin merupakan langkah yang tidak tepat.
"Tidak tepat ganjarannya diskualifikasi. Kalau menurut undang-undang, sebenarnya petitum diskualifikasi itu nggak ada. Tapi mereka mencoba menggunakan preseden yang ada di Pilkada," kata Bivitri ketika diskusi di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Kamis (13/6).
Sebelumnya, Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam perbaikan permohonannya meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi paslon nomor urut 01 dengan dalih pelanggaran dana kampanye.
Selain itu, jabatan Ma'ruf Amin sebagai Dewan Pengawas Syariah di BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri yang merupakan anak usaha BUMN juga menjadi persoalan.
Meski demikian, ia menyadari keputusan berada di tangan hakim MK untuk menindaklanjuti permohonan tim hukum Prabowo-Sandi tersebut. Menurutnya, permohonan yang diajukan sebenarnya tidak dipermasalahkan. Meski, lanjut ia, bisa dinilai apakah memiliki argumen yang kuat atau tidak.
"Tidak ada masalah, kalau dalam hukum silakan diajukan, nanti tergantung hakim mau terima atau tidak dalilnya," ungkap Bivitri.
Baca juga: Tuntutan Diskualifikasi Hampir Mustahil Dipenuhi MK
Lebih lanjut, seharusnya Tim Hukum BPN mempunyai alat bukti atau saksi yang kuat terlebih dahulu untuk mendukung argumentasi soal pelanggaran dana kampanye yang dihembuskan. Jika tidak, tentu tidak akan berpengaruh dan permohonan akan ditolak.
"Kalau menurut legal reasoning atau logika hukum, saya rasa adanya pelanggaran dana kampanye tidak bisa secara langsung punya pengaruh terhadap diskualifikasi. Karena kalau kita bicara dana kampanye ini kan luas sekali, bahkan pihak pak Prabowo pun ada catatan soal dana-dana kampanye yang tidak wajar," terang Bivitri.
Ia mengatakan dalam persidangan hakim MK akan melihat permohonan secara proporsional dan tidak langsung mengaitkan berdasarkan yang digugat.
"Jadi saya rasa hakim akan proporsional melihatnya. Bahwa tidak bisa langsung dikaitkan. Kalau dalam hukum kan begitu ya, valid atau tidak dalilnya, dan kemudian apakah punya pengaruh signifikan terhadap yang dimintakan atau diskualifikasi," kata Bivitri.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved