Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Muhammad Iqbal mengatakan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai tempat pelatihan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar industri, terutama mempersiapkan tenaga professional guna menghadapi era industri 4.0.
BLK perlu menyesuaikan permintaan pasar industri yang cenderung berubah seiring perkembangan teknologi. Tak bisa dipungkiri, masih banyak BLK di daerah yang tertinggal jauh.
“Program pemerintah untuk revitalisasi BLK yang ada di Indonesia harus mengikuti zaman, yang mampu mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesat,” kata Iqbal saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI terkait Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan pengembangan Latihan Kerja di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Jumat (17/5).
Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, hal pertama yang perlu dipersiapkan pemerintah adalah meningkatkan sarana dan prasarana BLK.
“Banyak peralatan BLK yang sudah ketinggalan zaman, karena itu kita minta kepada pemerintah untuk merevitalisasi BLK yang ada, sehingga peralatannya dapat mengikuti kebutuhan zaman,” sambungnya.
Baca juga: Komisi IX Dorong BLK Bali Sesuaikan Perkembangan Teknologi
Selain itu, ia juga menyoroti masalah kekurangan tenaga instruktur yang hampir merata di setiap daerah. Diperlukan kebijakan afirmatif pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Masih banyak daerah yang mengeluhkan kekurangan tenaga instruktur, mereka meminta agar ada penambahan. Saya rasa ini masih menjadi PR pemerintah pusat untuk menambah jumlah instruktur,” imbuh politikus dapil Sumatra Barat II itu.
Kendati demikian, dirinya memberikan apresiasi terhadap BLK Kulon Progo yang telah melakukan upaya-upaya pembinaan untuk memberikan keterampilan bagi calon pekerja.
“Kami mengapresiasi kepada pemerintah daerah karena program-programnya sangat membantu masyarakat yang ada di Kulon Progo dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran yang ada,” pungkasnya.(RO/OL-5)
Kemenperin terus meningkatkan upaya dalam mempersiapkan angkatan kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global melalui program pendidikan vokasi industri
Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja.
Keberadaan industri tidak boleh hanya berfokus pada aspek ekonomi dan teknologi. Itu juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Shelter Indonesia umumkan transformasi melalui 'A New Shape of Shelter Indonesia'. Integrasikan SDM dan teknologi lewat platform Shelter+
Persoalan ketimpangan upah minimum antarwilayah masih menjadi PR di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, mengatakan bahwa saat ini terdapat masalah besar yang perlu kita selesaikan yaitu budaya kerja ke luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved