Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor pusat PT Krakatau Steel, Jalan Industri, Cilegon, Banten. Setelah menyisir lokasi selama 12 jam, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang berasal dari komputer PT KS.
"Bukti-bukti tersebut akan kami pelajari lebih lanjut untuk proses penyidikan ini," kata Febri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/3).
Febri menjelaskan sejak Senin (25/3) siang sampai Selasa (26/3) dini hari, KPK menyisir 6 ruangan dalam proses penggeledahan, yakni Ruang Direktur Teknologi dan Produksi, Ruang Direktur Logistik, Ruang General Manager Blast Furnace Complex Krakatau Steel, Ruang Manager Blast Furnace Plan, Ruang GM Central Maintenance & Facility, dan Ruang Material Procurement.
Baca juga: Sempat Buron, Tersangka Suap Krakatau Steel Menyerahkan Diri
Lebih lanjut, Febri menjelaskan selain aspek penindakan, KPK juga meminta segenap jajaran PT KS serius berbenah, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pihaknya memahami PT KS sebagai salah satu BUMN yang berarti penting dalam produksi dan perekonomian di Indonesia. Sehingga, ujar Febri, upaya menjaga BUMN bersih dari korupsi adalah pekerjaan yang wajib jadi perhatian bersama.
"Apalagi keuangan BUMN juga termasuk keuangan negara. BUMN semestinya dapat memberikan contoh yang lebih kuat di sektor swasta. Agar bisnis dilakukan secara sehat dan pemisahan yang lebih tegas antara kepentingan Pribadi dan korporasi," pungkasnya.(OL-5)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved