Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Jumat (22/3) ini, dan mengamankan beberapa orang di mana salah satunya diduga adalah pejabat di Krakatau Steel.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam, menyatakan bahwa KPK awalnya memperoleh informasi dari masyarakat terkait hal tersebut.
Menurut dia, informasi tersebut adalah mengenai adanya rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau memiliki kepentingan dengan proyek di salah satu BUMN.
Ia memaparkan, kegiatan penindakan melalui OTT tersebut dilakukan karena ada dugaan transaksi pemberian uang kepada salah satu direktur sebuah BUMN.
Baca juga: Bawaslu Temukan Penyalahguna Pelat Kendaraan TNI
"Tadi sore sekitar pukul 18.30 WIB tim KPK menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta," paparnya.
Selain itu, diduga bahwa sebagian dugaan suap untuk direktur tersebut telah dilakukan dan ada dugaan pula sebagian yang lainnya dilakukan menggunakan melalui sarana perbankan.
Sedangkan untuk jumlah keseluruhan dari nilai uang suap tersebut, baik yang diberikan secara tunai atau melalui sarana transfer perbankan juga masih ditelusuri oleh KPK.
KPK juga berencana akan melakukan konferensi pers mengenai penangkapan OTT tersebut pada Sabtu (23/3) besok. (OL-1)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved