Jejak Indonesia di Piala Dunia: Sejarah Hindia Belanda 1938

Reynaldi Andrian Pamungkas
12/4/2026 11:30
Jejak Indonesia di Piala Dunia: Sejarah Hindia Belanda 1938
Tim nasional Hindia Belanda(Doc Natgeo Indonesia)

JAUH sebelum hiruk-pukuk kualifikasi modern, tanah air kita telah mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Pada tahun 1938, Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda (Dutch East Indies) mencatatkan diri sebagai negara Asia pertama yang berlaga di putaran final Piala Dunia. Momen bersejarah ini terjadi di edisi ketiga turnamen paling bergengsi tersebut yang diselenggarakan di Perancis.

Perjalanan Menuju Perancis

Keikutsertaan Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 terbilang unik. Mereka dipastikan lolos setelah Jepang mengundurkan diri dari babak kualifikasi karena alasan politik dan perang. FIFA kemudian mengundang Hindia Belanda untuk mewakili zona Asia. Meski sempat ada perdebatan antara federasi sepak bola bentukan Belanda (NIVU) dan organisasi sepak bola pribumi (PSSI), akhirnya tim yang berangkat merupakan kombinasi pemain dari berbagai latar belakang etnis.

Laga Bersejarah di Reims

Pertandingan perdana sekaligus terakhir Hindia Belanda terjadi pada 5 Juni 1938 di Stadion Velodrome Municipale, Reims. Menggunakan format sistem gugur, mereka langsung berhadapan dengan raksasa dunia saat itu, Hungaria. Di bawah asuhan pelatih Johannes van Mastenbroek, tim yang diperkuat oleh kapten Achmad Nawir ini harus mengakui keunggulan lawan.

Meskipun kalah telak dengan skor 0-6, penampilan para pemain Hindia Belanda tetap mendapat apresiasi. Postur tubuh pemain kita yang jauh lebih kecil dibandingkan pemain Eropa menjadi sorotan media massa Perancis kala itu, namun semangat juang mereka tetap diakui sebagai tonggak awal sepak bola Asia di mata dunia.

Detail Pertandingan Informasi
Lawan Hungaria
Skor Akhir 0 - 6
Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis
Tanggal 5 Juni 1938
Kapten Tim Achmad Nawir (Seorang Dokter)

Warisan untuk Generasi Mendatang

Skuad 1938 diisi oleh nama-nama legendaris seperti Mo Heng Tan (kiper), Frans Meeng, hingga Isaac Pattiwael. Kehadiran mereka di Perancis bukan sekadar partisipasi, melainkan pernyataan bahwa talenta sepak bola dari kepulauan Nusantara mampu bersaing di level tertinggi. Hingga saat ini, catatan sebagai "Wakil Asia Pertama" tetap melekat pada identitas sepak bola Indonesia, menjadi motivasi bagi generasi Timnas Indonesia saat ini untuk kembali menembus panggung dunia.

Kapten tim Hindia Belanda, Achmad Nawir, dikenal selalu mengenakan kacamata saat bertanding, sebuah pemandangan yang sangat langka dalam sejarah Piala Dunia hingga saat ini. (Z-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya