Piala Dunia 1938: Kejayaan Italia dan Jejak Sejarah Hindia Belanda di Prancis

Basuki Eka Purnama
20/4/2026 19:34
Piala Dunia 1938: Kejayaan Italia dan Jejak Sejarah Hindia Belanda di Prancis
Timnas Italia berpose dengan trofi Piala Dunia usai mengalahkan timnas Hungaria di laga final Piala Dunia 1938(AFP)

PIALA Dunia FIFA 1938 merupakan edisi ketiga dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Diselenggarakan pada 4 hingga 19 Juni 1938, turnamen ini menjadi panggung terakhir sebelum kompetisi terhenti selama 12 tahun akibat pecahnya Perang Dunia II.

Tuan Rumah dan Lokasi Penyelenggaraan

Prancis terpilih sebagai tuan rumah oleh FIFA dalam pertemuan di Berlin pada 1936. Keputusan ini sempat memicu kontroversi besar karena melanggar kesepakatan tidak tertulis untuk menggilir lokasi turnamen antara Amerika Selatan dan Eropa. Akibatnya, banyak negara Amerika Selatan yang memprotes keputusan tersebut.

Peserta Turnamen

Sebanyak 15 negara berpartisipasi dalam putaran final (seharusnya 16, namun Austria mengundurkan diri setelah dianeksasi oleh Jerman). Berikut adalah daftar pesertanya:

  • Eropa: Prancis (tuan rumah), Italia (juara bertahan), Belgia, Cekoslowakia, Jerman, Hungaria, Belanda, Norwegia, Polandia, Rumania, Swedia, Swiss.
  • Amerika Selatan: Brasil.
  • Amerika Utara/Tengah: Kuba.
  • Asia: Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

Hindia Belanda mencatatkan sejarah sebagai tim Asia pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia.

Laga Final dan Hasil Pertandingan

Pertandingan final mempertemukan sang juara bertahan, Italia, melawan Hungaria. Laga yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Italia. Gol kemenangan Italia dicetak oleh Gino Colaussi (2 gol) dan Silvio Piola (2 gol), sementara Hungaria hanya mampu membalas lewat Pál Titkos dan György Sárosi.

Dengan hasil ini, Italia menjadi negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara berturut-turut (1934 dan 1938) di bawah asuhan pelatih legendaris Vittorio Pozzo.

Stadion Final

Laga final yang bersejarah tersebut digelar di Stade Olympique de Colombes, Paris, pada 19 Juni 1938. Stadion ini dipadati oleh sekitar 45.000 penonton yang menyaksikan Italia mengangkat trofi Jules Rimet untuk kedua kalinya.

Kisah Menarik dan Kontroversi

1. Boikot Amerika Selatan: Uruguay dan Argentina menolak berpartisipasi sebagai bentuk protes karena turnamen diadakan di Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun, setelah sebelumnya digelar di Italia pada 1934.

2. Bayang-bayang Fasisme: Timnas Italia berada di bawah tekanan politik rezim Benito Mussolini. Sebelum laga final, beredar kabar bahwa para pemain menerima telegram bertuliskan "Vincere o morire!" (Menang atau mati!). Meski sering dianggap sebagai ancaman literal, beberapa sejarawan menyebut itu adalah slogan penyemangat fasis yang umum saat itu.

3. Hilangnya Austria: Austria sebenarnya lolos ke putaran final, namun karena peristiwa Anschluss (penyatuan dengan Jerman Nazi), tim mereka ditarik mundur. Beberapa pemain terbaik Austria dipaksa memperkuat timnas Jerman.

4. Debut Indonesia: Tampil dengan nama Hindia Belanda, tim ini hanya bermain satu kali melawan Hungaria dengan kekalahan 0-6. Namun, momen ini tetap menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola Asia.

Piala Dunia 1938 berakhir dengan dominasi Italia, namun suasana politik yang memanas di Eropa membuat trofi tersebut harus "disembunyikan" di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidur oleh Wakil Presiden FIFA, Ottorino Barassi, agar tidak disita oleh tentara selama perang berlangsung.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya