Piala Dunia 2002: Sejarah di Asia dan Kontroversi Besar

Basuki Eka Purnama
22/4/2026 15:31
Piala Dunia 2002: Sejarah di Asia dan Kontroversi Besar
Ronaldo Nazario mengangkat trofi Piala Dunia usai Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan timnas Jerman 2-0(AFP/Odd ANDERSEN)

PIALA Dunia 2002 mencatatkan sejarah sebagai edisi pertama turnamen sepak bola terbesar sejagat yang diselenggarakan di benua Asia. Turnamen edisi ke-17 ini juga menjadi yang pertama dalam sejarah FIFA yang digelar di dua negara sekaligus secara bersamaan (co-host).

Tuan Rumah dan Peserta

Piala Dunia 2002 diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang. Turnamen ini diikuti 32 negara peserta yang terbagi ke dalam delapan grup. Berikut adalah daftar negara peserta berdasarkan konfederasi:

  • Asia (AFC): Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Tiongkok.
  • Eropa (UEFA): Prancis, Denmark, Spanyol, Slovenia, Turki, Portugal, Polandia, Jerman, Irlandia, Inggris, Swedia, Italia, Kroasia, Belgia, Rusia.
  • Amerika Selatan (CONMEBOL): Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, Ekuador.
  • Amerika Utara & Tengah (CONCACAF): Amerika Serikat, Meksiko, Kosta Rika.
  • Afrika (CAF): Kamerun, Nigeria, Afrika Selatan, Tunisia, Senegal.

Laga Final dan Sang Juara

Pertandingan final mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, yakni Brasil melawan Jerman. Laga pamungkas ini digelar pada 30 Juni 2002 di Stadion Internasional Yokohama, Jepang.

Hasilnya, Brasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman dengan skor 2-0. Kedua gol kemenangan Tim Samba diborong oleh sang fenomena, Ronaldo Nazario, pada menit ke-67 dan ke-79. Kemenangan ini mengukuhkan Brasil sebagai negara pertama yang mengoleksi lima gelar juara dunia (Pentacampeão).

Kisah Menarik dan Kontroversi

Piala Dunia 2002 dikenal sebagai salah satu edisi yang paling penuh kejutan sekaligus kontroversial dalam sejarah sepak bola modern.

1. Kejutan Tim Kuda Hitam

Prancis yang berstatus sebagai juara bertahan harus tersingkir secara memalukan di fase grup tanpa mencetak satu gol pun. Sebaliknya, tim debutan Senegal berhasil melaju hingga perempat final, dan Korea Selatan mencetak sejarah sebagai tim Asia pertama yang mencapai semifinal.

2. Kontroversi Kepemimpinan Wasit

Turnamen ini dibayangi oleh kritik tajam terhadap kualitas wasit, terutama dalam laga yang melibatkan tuan rumah Korea Selatan. Keputusan wasit Byron Moreno (Ekuador) saat laga Korea Selatan vs Italia dan wasit Gamal Al-Ghandour (Mesir) saat laga Korea Selatan vs Spanyol dianggap sangat merugikan tim lawan. Beberapa gol sah Italia dan Spanyol dianulir, yang memicu tuduhan adanya pengaturan untuk meloloskan tuan rumah.

Meskipun diwarnai kontroversi, Piala Dunia 2002 tetap dikenang karena gaya rambut ikonik Ronaldo, kebangkitan sepak bola Asia, serta atmosfer luar biasa yang ditunjukkan oleh para pendukung di Seoul hingga Tokyo.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya