Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSIAPAN mudik Lebaran sering kali terfokus pada kondisi mesin, rem, dan ban. Namun, ada satu komponen kecil yang sering terlupakan namun fatal jika diabaikan: karet pembersih kaca atau wiper.
Pereli nasional, Julian Johan, mengingatkan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan komponen ini berfungsi optimal sebelum memulai perjalanan jauh.
Pria yang akrab disapa Jeje ini menekankan bahwa kejernihan kaca depan adalah kunci keselamatan, terutama mengingat cuaca yang tidak menentu selama musim mudik.
Menurutnya, banyak pengendara yang baru menyadari kerusakan wiper saat hujan deras sudah turun di tengah perjalanan.
"Yang biasanya suka orang sepele itu karet wiper. Karet wiper tuh jadi satu hal yang penting juga untuk menjaga pandangan tetap jernih meski dalam kondisi hujan yang deras sekalipun," ujar Jeje, Selasa (10/3).
Masalah utama pada wiper biasanya terletak pada elastisitas karetnya.
Seiring berjalannya waktu dan paparan panas matahari, karet akan mengeras (getas) dan tidak lagi mampu menyapu air dengan sempurna. Kondisi ini sering kali dianggap remeh karena tidak langsung memengaruhi jalannya mesin kendaraan.
Namun, Jeje mengingatkan bahwa ketidaknyamanan akibat wiper yang sudah melewati masa pakainya dapat mengganggu fokus pengemudi.
"Jangan sampai kita baru mulai mudik dan ternyata hujan, tapi kita sudah tidak nyaman karena karet wiper kerjanya sudah tidak maksimal, sudah umur karetnya," tambahnya.
Risiko terbesar dari rusaknya komponen ini bukan sekadar suara berisik yang mengganggu telinga, melainkan hilangnya visibilitas.
Ketika wiper gagal menyapu air secara merata, kaca akan tetap terlihat buram dan membiaskan cahaya lampu dari kendaraan lawan arah.
"Risikonya lebih ke visibilitas kita pada saat nyetir. Di luar dari kita merasa terganggu dengan suara karetnya, tapi utamanya lebih ke visibilitasnya yang tidak bisa maksimal karena saat diseka kacanya tetap buram," jelas Jeje.
Selain kesiapan teknis kendaraan, faktor manusia atau human error tetap menjadi perhatian utama. Jeje mengimbau agar para pemudik tidak hanya mengandalkan kondisi mobil yang prima, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan.
Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas menuntut konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat cuaca cerah. Menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan adalah langkah preventif yang wajib dilakukan.
"Jadi kalau yang terkait musim hujan, memang harus juga bisa lebih menyesuaikan lagi dari gaya nyetirnya justru. Tidak boleh meleng dan harus tetap fokus," pungkasnya.
Pengecekan wiper secara mandiri sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan melihat apakah ada bagian karet yang retak atau mencoba menyalakan air *washer* untuk melihat hasil sapuannya.
Jika meninggalkan garis air atau suara berdecit, segera lakukan penggantian demi keamanan dan kenyamanan menuju kampung halaman. (Ant/Z-1)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Menelusuri makna Idul Fitri melalui puitika Jeihan Sukmantoro dan filsafat Islam. Mengubah ritual salaman menjadi kesadaran moral yang tercerahkan.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved