PBSI Minta Maaf, Hasil di Piala Thomas 2026 Jadi Evaluasi

Dhika Kusuma Winata
29/4/2026 22:16
PBSI Minta Maaf, Hasil di Piala Thomas 2026 Jadi Evaluasi
Tim Indonesia(Dok.PBSI)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau PP PBSI buka suara menyusul kegagalan tim bulu tangkis putra Indonesia di Piala Thomas 2026. Hasil yang jauh dari harapan itu direspons dengan permintaan maaf sekaligus penegasan evaluasi.

Indonesia harus tersingkir lebih awal setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Horsens, Denmark, Rabu (29/4) dini hari. Kekalahan tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga dan tersingkir.

"Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian.

"Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai," imbuh Eng Hian.

Soal kekalahan telak dari Prancis, Eng Hian mengungkapkan lawan memiliki keuntungan tersendiri secara strategi dan komposisi pemain. Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal serta ganda membuat fleksibilitas dalam penyusunan line up.

Dalam format biasanya, laga dimainkan bergantian dari sektor tunggal lalu ganda. Namun, karena kondisi tim Prancis tersebut, tiga partai awal dimainkan sektor tunggal yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.

Indonesia memiliki peluang untuk mencuri poin tambahan lewat Anthony Sinisuka Ginting tetapi kendala fisik di akhir gim penentuan membuat peluang itu lepas.

Di partai lain, harapan juga sempat bertumpu pada pasangan Sabar/Reza namun kesempatan mengamankan poin gagal dimanfaatkan. Satu-satunya kemenangan Indonesia datang dari sektor ganda putra melalui pasangan Fajar/Fikri di partai kelima.

Hasil itu menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. 0BSI menyatakan fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

Kapten tim Indonesia untuk Piala Thomas 2026, Fajar Alfian, juga menyampaikan permohonan maaf. Dia mengakui performa yang ditampilkan tim belum maksimal.

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya