Jannik Sinner Juara Monte-Carlo Masters 2026, Rebut Ranking 1 Dunia

Andhika Prasetyo
13/4/2026 09:12
Jannik Sinner Juara Monte-Carlo Masters 2026, Rebut Ranking 1 Dunia
Jannik Sinner mengangkat trofi Monte Carlo Tennis Masters.( Monte Carlo Tennis Masters)

Petenis Italia Jannik Sinner mencetak sejarah baru setelah menjuarai Monte-Carlo Masters 2026. Ia menaklukkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, dengan skor 7-6(5), 6-3 dalam laga final yang berlangsung sengit pada Minggu (12/4).

Kemenangan ini tak hanya menghadirkan trofi ATP Masters 1000 pertama bagi Sinner di lapangan tanah liat, tetapi juga mengantarkannya kembali ke posisi peringkat satu dunia. Hasil tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya, sekaligus mempertegas dominasinya di level tertinggi tenis dunia saat ini.

Pertemuan di Monte-Carlo menjadi duel pertama Sinner dan Alcaraz sejak November lalu, ketika Sinner keluar sebagai pemenang di final ATP Finals. Dalam pertandingan kali ini, Sinner menunjukkan konsistensi dan ketangguhan mental meski harus bermain selama dua jam 15 menit dalam kondisi cuaca yang cukup menantang.

“Kami datang ke sini untuk mencoba memainkan sebanyak mungkin pertandingan, mendapatkan umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lainnya yang akan datang. Hari ini adalah level permainan yang tinggi dari kami berdua,” ujar Sinner.

Ia juga menyoroti kondisi lapangan yang berbeda dibanding turnamen sebelumnya. “Agak berangin, agak berembus kencang. Kondisi yang berbeda dari yang terjadi di turnamen sebelumnya. Hasilnya luar biasa. Kembali ke peringkat No. 1 sangat berarti bagi saya,” lanjutnya.

Sinner mengamankan set pertama lewat tie-break setelah Alcaraz melakukan kesalahan ganda di momen krusial. Meski hanya mencatatkan 51 persen keberhasilan servis pertama, petenis berusia 24 tahun itu mampu bangkit dari ketertinggalan 1-3 di set kedua, memanfaatkan inkonsistensi Alcaraz yang melakukan 45 unforced error.

“Saya mencoba untuk terus berjuang. Saya merasa sedikit lelah, jadi saya mencoba untuk mempertahankan mentalitas yang tepat, jadi memenangi trofi ini sangat berarti bagi saya,” kata Sinner.

Dengan kemenangan ini, Sinner mencatatkan diri sebagai petenis kedua setelah Novak Djokovic pada 2015 yang mampu menjuarai Miami dan Monte-Carlo secara beruntun. Ia juga menjadi bagian dari kelompok elite bersama Djokovic dan Rafael Nadal sebagai petenis yang berhasil memenangi empat gelar ATP Masters 1000 secara berturut-turut.

Performa impresif Sinner semakin terlihat dari catatan kemenangannya. Ia kini mengoleksi 17 kemenangan beruntun dan tak terkalahkan dalam 22 pertandingan di level Masters 1000. Sebelumnya, ia juga mencatatkan “Sunshine Double” (Indian Wells dan Miami) tanpa kehilangan satu set pun—sebuah pencapaian langka dalam dunia tenis.

Di sisi lain, Alcaraz sebenarnya datang dengan modal kuat setelah mencatatkan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat sejak musim lalu, termasuk gelar di Roma dan Roland Garros. Namun, kali ini ia gagal menjaga konsistensi permainan di momen penting.

Dalam seremoni penyerahan trofi, Alcaraz tetap memberikan apresiasi tinggi kepada rivalnya. “Sungguh mengesankan apa yang Anda capai saat ini. Ini sesuatu yang luar biasa dan saya baru saja merasakan betapa sulitnya itu,” ujarnya.

Kemenangan di Monte-Carlo sekaligus menandai kembalinya Sinner ke puncak peringkat ATP. Ia kini memulai pekan ke-67 sebagai petenis nomor satu dunia, melanjutkan persaingan ketat dengan Alcaraz yang sebelumnya memimpin selama 66 pekan.

Dengan performa yang semakin matang dan konsisten di berbagai permukaan lapangan, Sinner kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai kekuatan dominan baru dalam tenis dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya