Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Italia Jannik Sinner kembali ke puncak peringkat dunia setelah menundukkan Carlos Alcaraz dalam dua set langsung pada final Monte Carlo Masters, Minggu (12/4). Kemenangan itu sekaligus menggeser posisi petenis Spanyol tersebut dari peringkat teratas.
Sinner menaklukkan Alcaraz dengan skor 7-6 (7/5) dan 6-3. Gelar ini menjadi trofi ATP 1000 ketiga yang diraih Sinner sepanjang musim ini setelah menjuarai Indian Wells dan Miami. Prestasi ini dikenal sebagai Sunshine Double.
Hasil tersebut menempatkan Sinner dalam kelompok elite. Pada usia 24 tahun, ia menyamai catatan Novak Djokovic dan Rafael Nadal sebagai tiga petenis yang mampu memenangi empat gelar ATP 1000 secara beruntun, setelah menjadi juara di Paris pada akhir musim lalu.
"Kami datang ke sini mencoba mendapatkan pertandingan sebanyak mungkin, mendapatkan umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lain datang. Hari ini adalah level tinggi dari kami berdua," ujar Sinner dikutip dari AFP.
Sinner mengakui kondisi pertandingan tidak mudah akibat faktor cuaca. Meski demikian, ia menyebut keberhasilan ini memiliki arti besar dalam kariernya, khususnya di lapangan tanah liat.
"Kondisinya sedikit berangin dan berhembus kencang. Kondisi yang berbeda dari apa yang diberikan turnamen selama ini. Hasilnya luar biasa. Kembali ke peringkat satu sangat berarti bagi saya. Saya sangat senang memenangi gelar besar di permukaan ini. Saya belum pernah melakukannya dan itu sangat berarti bagi saya," tambahnya.
Pertemuan itu menjadi duel pertama keduanya sejak final ATP pada November lalu yang juga dimenangkan Sinner. Dengan hasil ini, Sinner mencatat rekor pertemuan 7-10 melawan Alcaraz dan dipastikan kembali menjadi nomor satu dunia pada Senin (13/4) waktu setempat untuk pertama kali tahun ini.
Sinner juga mencatatkan 17 kemenangan beruntun dan menjadi petenis pertama sejak Djokovic pada 2015 yang mampu memenangi tiga gelar ATP 1000 di awal musim.
Di sisi lain, Alcaraz tetap memberikan apresiasi terhadap performa lawannya dalam seremoni penyerahan trofi.
"Sangat mengesankan apa yang kamu capai saat ini. Baru satu orang yang memenangi 'Sunshine Double' dan Monte Carlo, dan kamu adalah yang kedua," kata Alcaraz.
Alcaraz datang ke final dengan catatan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat sejak musim lalu, termasuk gelar di Roma dan Roland Garros. Ia sempat memimpin 2-0 di set pertama, tetapi Sinner mampu membalikkan keadaan.
Set pertama berlangsung ketat hingga tie break, yang akhirnya dimenangi Sinner setelah Alcaraz melakukan double fault. Pada set kedua, Alcaraz sempat unggul 3-1 setelah mematahkan servis lawan.
Namun, Sinner bangkit dan mendominasi dengan merebut lima gim terakhir untuk memastikan gelar Monte Carlo Masters, yang menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya di lapangan tanah liat. (I-2)
AMBISI Jannik Sinner menorehkan sejarah kian nyata. Petenis Italia itu semakin dekat menjadi petenis pertama yang mampu menyapu lima turnamen Masters 1000 secara beruntun di Madrid Open.
Jannik Sinner mengalahkan Elmer Moller 6-2 dan 6-3 di Madrid Terbuka 2026, memperpanjang rekor kemenangan beruntun di ATP Masters 1000 menjadi 24 laga.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland GarrosĀ setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Alcaraz sendiri memiliki catatan apik di Barcelona Open dengan dua gelar juara pada 2022 dan 2023.
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte-Carlo Masters 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved