Alcaraz Akui Main Buruk Lawan Sinner di Final Monte Carlo Masters 2026

Andhika Prasetyo
13/4/2026 09:20
Alcaraz Akui Main Buruk Lawan Sinner di Final Monte Carlo Masters 2026
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz mengangkat trofi Monte Carlo Masters(ATP Tour)

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte-Carlo Masters 2026. Carlo Masters 2026. Hal tersebut menjadi faktor utama kegagalannya mempertahankan gelar di turnamen bergengsi tersebut.

“Saya akan mengatakan bahwa di momen-momen penting, poin-poin penting, saya tidak bermain bagus,” ujar Alcaraz. Ia juga menyesali banyaknya peluang yang terbuang sepanjang pertandingan. “Saya pikir saya memiliki begitu banyak peluang dalam pertandingan yang tidak saya manfaatkan. Begitu banyak gim, poin, begitu banyak 15-30, 0-30.”

Alcaraz secara khusus menyoroti penampilannya di tie-break set pertama yang dinilai tidak maksimal. Ia menilai Sinner justru tampil lebih solid di saat-saat krusial. “Saya pikir di tie-break pertama, saya tidak bermain bagus dan saya pikir dia hanya memainkan tenis yang luar biasa saat momen penting. Saya pikir itulah kuncinya hari ini.”

Dalam pertandingan tersebut, Alcaraz sebenarnya sempat unggul satu break di kedua set. Namun, ia gagal mempertahankan momentum, termasuk melakukan kesalahan ganda yang merugikan saat tie-break set pertama. Di set kedua, ia juga kehilangan keunggulan 3-1 dan mengakhiri laga dengan total 45 unforced error.

Selain faktor permainan, Alcaraz juga menyoroti kondisi cuaca yang cukup menyulitkan. Menurutnya, angin yang berubah-ubah membuat ritme permainan menjadi sulit dikontrol.

“Saya rasa kondisi hari ini sangat sulit, karena saya menganggap diri saya bermain tenis hebat saat angin bertiup kencang. Angin hari ini agak sulit karena tidak hanya searah,” jelasnya.

“Anginnya berputar-putar. Satu poin Anda bermain dengan bantuan angin dan poin berikutnya kebalikannya. Jadi sulit untuk memahami ke mana arah angin.”

Meski kalah, Alcaraz tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan permainan Sinner, terutama di lapangan tanah liat. Ia mengaku tidak terkejut dengan performa lawannya yang kini semakin matang.

“Kita telah melihat level Jannik di lapangan tanah liat dan saya pikir dia telah banyak berkembang dari tahun ke tahun. Saya pikir dia mencapai level di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua orang,” kata Alcaraz.

Secara statistik, kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 7-10 untuk Sinner secara keseluruhan, termasuk 2-3 di lapangan tanah liat. Padahal sebelumnya, Alcaraz sempat mengalahkan Sinner di final Roland Garros dan Roma musim lalu.

Meski gagal di Monte-Carlo, Alcaraz tetap mencatat performa impresif sepanjang musim dengan rekor 21 kemenangan dan 3 kekalahan. Ia dijadwalkan kembali bertanding pada turnamen ATP 500 di Barcelona pekan depan, sebagai bagian dari persiapannya menghadapi musim tanah liat yang masih panjang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya