Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte-Carlo Masters 2026. Carlo Masters 2026. Hal tersebut menjadi faktor utama kegagalannya mempertahankan gelar di turnamen bergengsi tersebut.
“Saya akan mengatakan bahwa di momen-momen penting, poin-poin penting, saya tidak bermain bagus,” ujar Alcaraz. Ia juga menyesali banyaknya peluang yang terbuang sepanjang pertandingan. “Saya pikir saya memiliki begitu banyak peluang dalam pertandingan yang tidak saya manfaatkan. Begitu banyak gim, poin, begitu banyak 15-30, 0-30.”
Alcaraz secara khusus menyoroti penampilannya di tie-break set pertama yang dinilai tidak maksimal. Ia menilai Sinner justru tampil lebih solid di saat-saat krusial. “Saya pikir di tie-break pertama, saya tidak bermain bagus dan saya pikir dia hanya memainkan tenis yang luar biasa saat momen penting. Saya pikir itulah kuncinya hari ini.”
Dalam pertandingan tersebut, Alcaraz sebenarnya sempat unggul satu break di kedua set. Namun, ia gagal mempertahankan momentum, termasuk melakukan kesalahan ganda yang merugikan saat tie-break set pertama. Di set kedua, ia juga kehilangan keunggulan 3-1 dan mengakhiri laga dengan total 45 unforced error.
Selain faktor permainan, Alcaraz juga menyoroti kondisi cuaca yang cukup menyulitkan. Menurutnya, angin yang berubah-ubah membuat ritme permainan menjadi sulit dikontrol.
“Saya rasa kondisi hari ini sangat sulit, karena saya menganggap diri saya bermain tenis hebat saat angin bertiup kencang. Angin hari ini agak sulit karena tidak hanya searah,” jelasnya.
“Anginnya berputar-putar. Satu poin Anda bermain dengan bantuan angin dan poin berikutnya kebalikannya. Jadi sulit untuk memahami ke mana arah angin.”
Meski kalah, Alcaraz tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan permainan Sinner, terutama di lapangan tanah liat. Ia mengaku tidak terkejut dengan performa lawannya yang kini semakin matang.
“Kita telah melihat level Jannik di lapangan tanah liat dan saya pikir dia telah banyak berkembang dari tahun ke tahun. Saya pikir dia mencapai level di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua orang,” kata Alcaraz.
Secara statistik, kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 7-10 untuk Sinner secara keseluruhan, termasuk 2-3 di lapangan tanah liat. Padahal sebelumnya, Alcaraz sempat mengalahkan Sinner di final Roland Garros dan Roma musim lalu.
Meski gagal di Monte-Carlo, Alcaraz tetap mencatat performa impresif sepanjang musim dengan rekor 21 kemenangan dan 3 kekalahan. Ia dijadwalkan kembali bertanding pada turnamen ATP 500 di Barcelona pekan depan, sebagai bagian dari persiapannya menghadapi musim tanah liat yang masih panjang.
AMBISI Jannik Sinner menorehkan sejarah kian nyata. Petenis Italia itu semakin dekat menjadi petenis pertama yang mampu menyapu lima turnamen Masters 1000 secara beruntun di Madrid Open.
Jannik Sinner mengalahkan Elmer Moller 6-2 dan 6-3 di Madrid Terbuka 2026, memperpanjang rekor kemenangan beruntun di ATP Masters 1000 menjadi 24 laga.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland GarrosĀ setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Alcaraz sendiri memiliki catatan apik di Barcelona Open dengan dua gelar juara pada 2022 dan 2023.
Jannik Sinner resmi kembali ke peringkat satu dunia usai menundukkan Carlos Alcaraz di final Monte Carlo Masters 2026. Simak ulasan pertandingannya di sini.
Carlos Alcaraz resmi mengakhiri musim lapangan tanah liat 2026. Petenis Spanyol ini absen di Roma dan Roland Garros karena cedera pergelangan tangan.
JUARA bertahan Roland Garros, Carlos Alcaraz, memilih menahan diri ketimbang memaksakan comeback cepat dari cedera dan mungkin akan absen dari turnamen grand slam French Open.
Carlos Alcaraz dinobatkan sebagai atlet terbaik dunia di Laureus World Sports Awards 2026 setelah musim 2025 yang gemilang dengan delapan gelar juara.
Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic resmi mundur dari Madrid Open 2026 akibat cedera. Simak kondisi terkini dua bintang tenis dunia tersebut di sini.
Madrid Terbuka 2026 kehilangan dua bintang utamanya setelah Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic memutuskan mundur akibat cedera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved