Jojo Tersingkir, Gagal Kunci Gim Pertama Jadi Titik Balik

Dhika Kusuma Winata
10/4/2026 16:10
Jojo Tersingkir, Gagal Kunci Gim Pertama Jadi Titik Balik
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie(Dok.PBSI)

LANGKAH Jonatan Christie terhenti di perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah takluk dari wakil India, Ayush Shetty, dalam dua gim langsung 21-23, 17-21 di Ningbo, Tiongkok, Jumat (10/4). Kekalahan itu tak lepas dari kegagalan Jonatan memanfaatkan momentum, terutama saat sudah berada di ambang kemenangan pada gim pembuka.

Jojo, sapaan Jonatan, mengakui berusaha menampilkan permainan terbaiknya meski hasil akhir tidak berpihak. Pada gim pertama, Jonatan sempat unggul dan mencapai poin krusial lebih dulu. Namun, kesempatan untuk menutup gim gagal dimanfaatkan, yang kemudian menjadi titik balik bagi lawan.

“Pertama puji Tuhan bersyukur, walaupun hasilnya tadi kalah tapi sudah menampilkan terbaik. Memang ada beberapa hal tadi banyak melakukan kesalahan sendiri, yang tidak seharusnya dilakukan,” ujar Jonatan

“Sangat disayangkan tadi di gim pertama sudah leading 20 duluan tidak bisa finish game-nya karena itu sangat krusial,” imbuhnya.

Dia mengakui faktor kesalahan sendiri dan lambatnya respons untuk bangkit menjadi penyebab utama kekalahan. Dari sisi lawan, Jonatan mengakui kualitas Ayush Shetty yang dinilai memiliki keunggulan fisik dan pola serangan yang efektif.

“Namanya pertandingan, kadang ada hari-harinya dimana kita melakukan kesalahan, tapi tadi kurang cepat untuk bangkitnya,” ucap Jonatan.

“Dia pemain yang cukup tinggi, tingginya mungkin hampir mirip sama Viktor (Axelsen) dan masih muda juga. Jadi dia punya serangannya juga yang cukup baik,” katanya.

Permainan depan Shetty juga disebut menjadi salah satu kunci tekanan terhadap Jonatan. Memasuki gim kedua, Jonatan melihat lawannya tampil lebih percaya diri dan berani mengambil inisiatif serangan.

Hal itu membuat tekanan semakin besar hingga akhirnya ia tak mampu membalikkan keadaan. Kekalahan itu menjadi catatan evaluasi bagi Jonatan, terutama dalam menjaga konsistensi dan ketenangan di momen-momen krusial pertandingan. (Dhk/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya