Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN integritas tenis internasional (ITIA) mengumumkan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dibebaskan dari segala tuduhan doping kendati pernah dua kali dinyatakan positif menggunakan zat terlarang pada awal musim.
Menurut ITIA, Sinner memberikan sampel dalam kompetisi di Indian Wells Masters, 10 Maret lalu, yang mengandung metabolit clostebol pada tingkat rendah.
Clostebol adalah steroid anabolik yang dilarang penggunaannya oleh Badan Antidoping Dunia (WADA).
Baca juga : Tidak Sengaja Terpapar Doping, Jannik Sinner Dibebaskan dari Sanksi
Sampel selanjutnya, yang dilakukan delapan hari kemudian di luar kompetisi, juga dinyatakan positif memiliki kadar metabolit yang sama yang rendah.
"ITIA, hari ini, mengonfirmasi pengadilan independen yang dibentuk Sport Resolutions telah memutuskan pemain tenis Italia Jannik Sinner tidak menanggung kesalahan atau kelalaian atas dua Pelanggaran Aturan Antidoping di bawah Program Antidoping Tenis (TADP)," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (21/8).
"Petenis tersebut menjelaskan bahwa zat tersebut memasuki sistem mereka sebagai akibat dari kontaminasi dari anggota tim pendukung, yang
telah menggunakan semprotan yang dijual bebas (tersedia di Italia) yang mengandung clostebol pada kulit mereka sendiri untuk mengobati luka kecil," lanjutnya.
Baca juga : Jannik Sinner Juarai Cincinnati Terbuka
ITIA menambahkan anggota tim pendukung tersebut telah menggunakan semprotan tersebut antara 5-13 Maret, ketika mereka juga memberikan pijat harian dan terapi olahraga kepada Sinner, yang mengakibatkan kontaminasi.
Meskipun petenis Italia berusia 23 tahun itu telah dibebaskan dari segala kesalahan, ia akan kehilangan hasil, hadiah uang, dan 400 poin peringkat yang ia kumpulkan di Indian Wells, sesuai dengan aturan antidoping yang berlaku.
"Saya sekarang akan melupakan periode yang penuh tantangan dan sangat disayangkan ini," kata Sinner melalui akun media sosial miliknya.
Baca juga : Jannik Sinner Bersiap di Cincinnati seusai Kekalahan di Montreal
"Saya akan terus melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan saya terus mematuhi program antidoping ITIA dan saya memiliki tim di sekitar saya yang sangat teliti dalam kepatuhan mereka," lanjutnya.
Namun, petenis lain dalam tur bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan skeptis dan marah.
"Konyol -- entah itu disengaja atau direncanakan," cicit petenis Australia Nick Kyrgios di X.
Baca juga : Carlos Alcaraz Fokus Kejar Peringkat 1 pada Akhir Musim
"Anda dites dua kali dengan zat terlarang (steroid). Anda harus absen selama 2 tahun. Performa Anda meningkat. Krim pijat. Ya bagus," imbuhnya.
Petenis Kanada Denis Shapovalov juga menuliskan pendapatnya mengenai kabar tersebut di media sosial.
"Tidak dapat membayangkan apa yang dirasakan pemain lain yang dilarang karena zat yang terkontaminasi saat ini," ujar Shapovalov.
Hasil tes positif tersebut awalnya tidak dipublikasikan saat penyelidikan ITIA sedang berlangsung.
Skorsing sementara diterapkan kepada Sinner setelah dua tes tersebut, namun ia berhasil mengajukan banding terhadap keduanya yang berarti bahwa ia dapat terus berkompetisi.
"Setelah penyelidikan tersebut, ITIA menerima penjelasan pemain mengenai sumber clostebol dan bahwa keberadaan zat tersebut tidak
disengaja," ujar CEO ITIA Karen Moorhouse.
ATP, badan tenis profesional putra, mendukung Sinner dan proses penyelidikannya.
"Kami mendukung bahwa tidak ada kesalahan atau kelalaian yang ditemukan di pihak Jannik Sinner," tegas ATP.
"Kami juga ingin mengakui kokohnya proses investigasi dan evaluasi independen terhadap fakta-fakta di bawah Program Anti-Doping Tenis (TADP), yang memungkinkan dia untuk terus berkompetisi."
"Ini merupakan tantangan bagi Jannik dan timnya, dan menggarisbawahi perlunya para pemain dan rombongan untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan produk atau perawatan."
"Integritas adalah yang terpenting dalam olahraga kami," tambah ATP. (Ant/Z-1)
Mantan juara dunia kelas bulu dan ringan UFC, Conor McGregor, menerima sanksi larangan bertanding selama 18 bulan akibat pelanggaran aturan antidoping.
Bek Atletico Madrid berusia 30 tahun itu dinyatakan positif mengonsumsi kanrenon setelah kekalahan 3-0 dari Manchester United di semifinal Liga Europa, Mei lalu.
Setelah kontraknya diputus oleh Juventus pada November 2024, Pogba resmi menjadi agen bebas.
Jannik Sinner menang 6-3, 6-4 atas Mariano Navone di Italian Open, menandai comeback emosional usai skorsing doping tiga bulan.
Jannik Sinner akan memainkan turnamen keduanya tahun ini dan yang pertama sejak memenangi Australia Terbuka di Roma.
Petenis Italia berusia 23 tahun yang menjadi juara Australia Terbuka, Januari lalu, Jannik Sinner, tidak bisa bermain tenis mulai 9 Februari hingga 4 Mei mendatang.
AMBISI Jannik Sinner menorehkan sejarah kian nyata. Petenis Italia itu semakin dekat menjadi petenis pertama yang mampu menyapu lima turnamen Masters 1000 secara beruntun di Madrid Open.
Jannik Sinner mengalahkan Elmer Moller 6-2 dan 6-3 di Madrid Terbuka 2026, memperpanjang rekor kemenangan beruntun di ATP Masters 1000 menjadi 24 laga.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland Garros setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Alcaraz sendiri memiliki catatan apik di Barcelona Open dengan dua gelar juara pada 2022 dan 2023.
Jannik Sinner resmi kembali ke peringkat satu dunia usai menundukkan Carlos Alcaraz di final Monte Carlo Masters 2026. Simak ulasan pertandingannya di sini.
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte-Carlo Masters 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved