Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASISTEN Pelatih Tunggal Putra Harry Hartono mengungkapkan faktor kekalahan Jonatan Christie di putaran pertama Singapura Terbuka disebabkan kesalahan strategi hingga bermain kurang agresif.
Harry menilai penampilan Jonatan, Selasa (6/6), kurang maksimal dan tidak berani mengambil keputusan tepat saat di lapangan.
"Dengan shuttlecock yang berkarakter relatif cepat, sebenarnya dia harus bisa bermain lebih agresif dan menguasai permainan depan. Dengan strategi ini, pola menyerangnya akan keluar dan ada peluang menang lebih terbuka," kata Harry dalam pesan resmi PP PBSI di Jakarta, Rabu (7/6).
Baca juga: The Babies Mengaku Termotivasi Status Juara Bertahan Singapura Terbuka
Di babak 32 besar, Jonatan tunduk dua gim langsung dari pebulu tangkis Tiongkok Shi Yu Qi. Unggulan keenam itu pun menyudahi pertandingan dengan skor 19-21 dan 12-21.
Setelah pertandingan, Jonatan mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya membuatnya tidak tenang dalam mengontrol pukulan.
Harry menyayangkan sikap anak asuhnya yang ragu-ragu. Padahal keputusan yang ragu-ragu pada level pemain seperti Jonatan, bisa menjadi kendala yang menyulitkan saat bertemu lawan dengan kemampuan setara.
Baca juga: Permainan Fajar/Rian di Singapura Tidak Maksimal karena Cedera
"Padahal di levelnya Jojo, setiap pemain yang ragu sedikit dalam mengambil keputusan itu bakal menyulitkan diri sendiri dan sebaliknya akan sangat menguntungkan lawan," kata Harry.
Harry menyadari Jonatan sangat kecewa dengan kekalahannya. Oleh sebab itu, ia mencoba membesarkan hari atlet yang ia tukangi dan menerima kekalahan tersebut.
Sebagai pelatih, Harry berusaha mendorong Jonatan agar kembali fokus untuk bersiap ke Indonesia Terbuka, pekan depan.
Harry optimistis Jonatan bisa tampil lebih baik di Istora Senayan karena punya modal kualitas permainan level atas. Ia pun meminta Jonatan untuk segera melupakan kekalahannya di Singapura dan fokus persiapan Indonesia Terbuka.
"Apalagi, persiapannya, juga oke. Fisik dan tekniknya sudah siap. Semoga saja hasil buruk ini tidak mengganggu fokus dan penampilan di Indonesia Terbuka nanti," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Leo/Bagas harus mengakui ketangguhan ganda Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh lewat drama rubber game di 32 besar Singapura Terbuka, 24-22, 19-21, dan 16-21.
Fajar/Rian menghajar ganda Malaysia Nur Moh Azryn Ayub/Tan Wee Kiong di babak 32 besar Singapura Terbuka lewat dua gim langsung, 21-18 dan 21-16.
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana siap melakukan comeback di ajang Singapura Terbuka 2025 setelah Leo pulih dari cedera lutut kiri yang memaksanya menepi dari turnamen internasional.
Daniel Marthin belum sepenuhnya pulih dari cedera yang didapat ketika membela tim Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Axelsen mengalami cedera saat kemenangan babak 16 besar atas petenis Taiwan Lin Chun-yi di Singapura Terbuka 2024.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal jadi juara di Singapura Terbuka 2024 setelah takluk dari pasangan Tiongkok, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
Menurutnya, kondisi sekarang membuat penggemar bulu tangkis harus realistis dalam beberapa tahun ke depan karena regenerasi tidak bisa instan.
Jonatan Christie yang turun di partai pertama menyerah 19-21, 14-21 dari Christo Popov, disusul kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier.
Kekalahan langsung menjatuhkan Indonesia ke posisi ketiga klasemen grup dan tersingkir meski mengantongi dua kemenangan atas Aljazair dan Thailand.
Tim Thomas Indonesia menelan kekalahan mengejutkan 0-3 dari Prancis di fase grup Piala Thomas 2026 setelah tiga tunggal putra andalan tumbang.
Pensiunnya Viktor Axelsen diprediksi akan membuka peluang bagi pemain seperti Ginting, Jojo, hingga Kunlavut Vitidsarn untuk mendominasi peringkat atas BWF.
Jonatan Christie optimistis tim Indonesia mampu melewati Grup D Piala Thomas 2026 di Denmark meski mewaspadai kekuatan Prancis dan Thailand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved