Gangguan Hidrolik Pesawat, Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTH 5 Tertunda

Hendri Kremer
29/4/2026 10:44
Gangguan Hidrolik Pesawat, Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTH 5 Tertunda
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Muhammad Syafi'i.(MI/Hendri Kremer)

KEBERANGKATAN jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 Embarkasi Batam mengalami penundaan selama kurang lebih 24 jam. Hal ini disebabkan oleh gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat Saudi Airlines yang semula dijadwalkan membawa ratusan jemaah asal Riau tersebut.

Sedianya, para jemaah dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Senin (27/4) pukul 09.40 WIB. Namun, demi menjamin keselamatan penerbangan, pihak maskapai memutuskan untuk membatalkan jadwal tersebut dan mendatangkan pesawat pengganti.

Pesawat Pengganti Tiba, Keberangkatan Dijadwalkan Ulang

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengonfirmasi bahwa pesawat pengganti telah tiba di Bandara Internasional Hang Nadim. Keberangkatan jemaah kini dijadwalkan ulang pada Selasa (28/4) pukul 15.15 WIB.

"Kemarin sore, penundaan terjadi karena gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat. Alhamdulillah pesawat pengganti sudah datang. Insya Allah jemaah segera naik dan berangkat sore ini," ujar Syafi’i saat memberikan keterangan di Kantor Asrama Haji Batam, Rabu (29/4).

Akomodasi 442 Jemaah Ditanggung Maskapai

Selama masa penundaan, sebanyak 442 jemaah haji diinapkan di sejumlah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Sesuai dengan regulasi penerbangan, seluruh biaya akomodasi, transportasi, hingga konsumsi ditanggung sepenuhnya oleh maskapai Saudi Airlines.

Tanggung Jawab Maskapai:

Syafi’i menegaskan bahwa keterlambatan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab maskapai. "Kalau terjadi delay, apalagi lebih dari beberapa jam, itu menjadi tanggung jawab maskapai. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama," tegasnya.

Respons Positif Jemaah

Meski sempat mengalami kecemasan, para jemaah mengaku dapat menerima situasi tersebut dengan sabar. Sarifah, 53, jemaah asal Pekanbaru, menyatakan bahwa faktor keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan keberangkatan dengan kondisi pesawat yang bermasalah.

Hal senada diungkapkan oleh Rifa'i, 61, jemaah asal Dumai. "Kami tetap semangat berangkat. Penundaan tidak mengurangi rasa syukur kami bisa menunaikan haji," tuturnya. Para jemaah juga mengapresiasi kesigapan petugas haji dan maskapai dalam memberikan informasi serta pelayanan selama masa tunggu di hotel.

Baca juga: Mana Lebih Utama Haji atau Nikah Dulu saat Uang Cukup

Pelayanan di Arab Saudi Tetap Terjamin

Kemenag memastikan bahwa penundaan ini tidak akan mengganggu pelayanan jemaah setibanya di Arab Saudi. Seluruh pengaturan hotel di Madinah telah dikoordinasikan agar tetap sesuai dengan jadwal yang diatur sebelumnya.

"Kami pastikan jemaah tetap nyaman dan terlayani dengan baik. Tidak ada perubahan signifikan pada jadwal ibadah maupun akomodasi mereka," pungkas Syafi’i.

Baca juga: Mengapa Rasulullah SAW hanya Haji Sekali Seumur Hidup

Pihak Saudi Airlines di Bandara Hang Nadim juga menegaskan bahwa pesawat pengganti telah melalui pemeriksaan menyeluruh sesuai standar keselamatan tinggi sebelum diizinkan lepas landas membawa tamu Allah tersebut. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya