Indonesia-Korsel Kolaborasi Lawan Karhutla Hadapi El Nino 2026

Rudi Kurniawansyah
24/4/2026 10:05
Indonesia-Korsel Kolaborasi Lawan Karhutla Hadapi El Nino 2026
(MI/Rudi)

PEMERINTAH Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea resmi memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kerja sama ini diwujudkan melalui pengembangan Forest and Land Fire Management Center di Sumatra Selatan, yang kini dilengkapi dengan pembangunan Asrama Manggala Agni sebagai sarana akomodasi pendukung.

Pembangunan asrama tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang mencakup empat pilar utama: pembangunan pusat komando dan pelatihan kebakaran hutan, peningkatan kapasitas personel Manggala Agni, penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk deteksi dini karhutla.

Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (Earth Day), prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Asrama Manggala Agni dilaksanakan sebagai simbol komitmen kedua negara dalam menjaga kelestarian lingkungan global.

Antisipasi El Nino 2026

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan bahwa langkah ini sangat krusial mengingat prediksi BMKG dalam Climate Outlook 2026. Fenomena El Nino diprediksi akan melanda Indonesia lebih awal, yakni pada semester kedua tahun ini.

"Seiring dengan meningkatnya suhu global, potensi karhutla diperkirakan akan semakin luas, lebih sering terjadi, dan lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan serta penguatan strategi pengendalian karhutla yang lebih adaptif dan terpadu," ujar Thomas pada Jumat (24/4/2026).

Ia menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri. Diperlukan kolaborasi lintas negara untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi mutakhir.

"Melalui dukungan Korea Forest Service, kita membangun Manggala Agni sebagai center of excellence pengendalian kebakaran hutan di Indonesia yang diharapkan memberi manfaat bagi ASEAN dan dunia internasional," tambah Thomas.

Dukungan Teknologi dan Kapasitas Personel

Konselor Kedutaan Besar Republik Korea, Ha Kyung Soo, menjelaskan bahwa proyek bertajuk Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra ini bertujuan meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.

"Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektivitas pelatihan, koordinasi, dan operasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dan berkelanjutan," ungkap Ha Kyung Soo.

Saat ini, gedung Forest and Land Fire Management Center telah mulai difungsikan. Salah satunya untuk pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan oleh Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) pada 20-24 April 2026. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari enam negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, Filipina, dan Indonesia.

Acara groundbreaking tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Manggala Agni Daops XVII OKI, BPBD OKI, serta pihak Korea-Indonesia Forest Center (KIFC).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya