Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM medis Universitas Hasanuddin mencatat empat intervensi kesehatan terhadap peserta dan petugas selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) hari kedua di lokasi Gowa dan Tamalanrea, Rabu (22/4).
Dua peserta di lokasi Gowa mengalami nyeri pascaoperasi dan gejala gastritis akut, sementara dua kasus lainnya di Tamalanrea melibatkan peserta dan petugas TI.
Kepala Subdirektorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unhas, Prof. Lalu Muhammad Saleh, menyatakan bahwa seluruh kasus telah tertangani tanpa mengganggu jalannya ujian.
“Tim medis kami siaga penuh di dua posko kesehatan. Prioritas utama adalah penanganan cepat dan tepat agar peserta dapat menyelesaikan ujian atau mendapatkan perawatan lanjutan jika diperlukan,” ujarnya.
Kasus pertama terjadi di Gedung Teknik Elektro, Unhas di Gowa, pukul 10.40 WITA. Seorang peserta mengeluh nyeri perut akibat bekas luka operasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 71 kali per menit, dan saturasi oksigen 96%.
Tim medis memberikan terapi obat anti nyeri. Peserta melanjutkan ujian dan kondisinya dilaporkan membaik usai sesi.
Kasus kedua terjadi pukul 12.10 WITA di lokasi yang sama. Peserta dengan riwayat gastritis mengalami pusing dan nyeri ulu hati. Pemeriksaan awal mencatat tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 56 kali per menit, dan saturasi oksigen 92%.
Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian oksigen, analgesik, dan antasida. Setelah observasi dan pemberian asupan ringan, tekanan darah meningkat ke 100/70 mmHg dan saturasi oksigen 99 persen. Peserta dipulangkan dengan pendampingan orang tua.
Di lokasi Unhas Tamalanrea, selain penanganan terhadap satu peserta ujian, tim medis juga memberikan perawatan kepada seorang petugas Teknologi Informasi (TI) yang mengalami gangguan mata.
Rincian spesifik mengenai kondisi peserta di Tamalanrea tidak diuraikan lebih lanjut dalam keterangan resmi, namun dipastikan tidak ada peserta yang harus menghentikan ujian secara permanen.
Unhas mengerahkan tenaga medis profesional dari Rumah Sakit Unhas serta mendirikan dua posko layanan kesehatan mobile di area ujian Tamalanrea dan Gowa.
Langkah ini merupakan prosedur tetap untuk mengantisipasi kondisi darurat medis selama UTBK berlangsung. “Dengan sistem jemput bola ini, waktu respons kami sangat singkat. Peserta tidak perlu meninggalkan gedung ujian terlalu lama,” tambah Prof. Lalu. (LN/E-4)
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmen menjaga integritas seluruh proses SNBT. Penegakan aturan ini penting untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
Anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufidi minta pengawasan UTBK SNBT diperketat dengan metal detector guna cegah kecurangan alat bantu dengar.
Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa soroti kecurangan UTBK-SNBT 2026. Ia desak penguatan pengawasan teknologi AI dan pembangunan karakter sejak dini.
Ketua DPR Puan Maharani dorong penguatan sistem pengawasan UTBK SNBT 2026 menyusul temuan 2.640 peserta curang dan keterlibatan sindikat joki.
PELAKSANAAN Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Bengkulu (Unib), diikuti sebanyak 10.401 orang peserta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved