Peserta hingga Petugas UTBK SNBT Unhas Sakit saat Tes Hari Kedua

Lina Herlina
22/4/2026 17:05
Peserta hingga Petugas UTBK SNBT Unhas Sakit saat Tes Hari Kedua
Petugas hingga peserta sakit selama pelaksanaan UTBK SNBT 2026.(MI/Lina Herlina)

TIM medis Universitas Hasanuddin mencatat empat intervensi kesehatan terhadap peserta dan petugas selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) hari kedua di lokasi Gowa dan Tamalanrea, Rabu (22/4).

Dua peserta di lokasi Gowa mengalami nyeri pascaoperasi dan gejala gastritis akut, sementara dua kasus lainnya di Tamalanrea melibatkan peserta dan petugas TI.

Kepala Subdirektorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unhas, Prof. Lalu Muhammad Saleh, menyatakan bahwa seluruh kasus telah tertangani tanpa mengganggu jalannya ujian. 

“Tim medis kami siaga penuh di dua posko kesehatan. Prioritas utama adalah penanganan cepat dan tepat agar peserta dapat menyelesaikan ujian atau mendapatkan perawatan lanjutan jika diperlukan,” ujarnya.

Kasus pertama terjadi di Gedung Teknik Elektro, Unhas di Gowa, pukul 10.40 WITA. Seorang peserta mengeluh nyeri perut akibat bekas luka operasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 71 kali per menit, dan saturasi oksigen 96%. 

Tim medis memberikan terapi obat anti nyeri. Peserta melanjutkan ujian dan kondisinya dilaporkan membaik usai sesi.

Kasus kedua terjadi pukul 12.10 WITA di lokasi yang sama. Peserta dengan riwayat gastritis mengalami pusing dan nyeri ulu hati. Pemeriksaan awal mencatat tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 56 kali per menit, dan saturasi oksigen 92%. 

Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian oksigen, analgesik, dan antasida. Setelah observasi dan pemberian asupan ringan, tekanan darah meningkat ke 100/70 mmHg dan saturasi oksigen 99 persen. Peserta dipulangkan dengan pendampingan orang tua.

Di lokasi Unhas Tamalanrea, selain penanganan terhadap satu peserta ujian, tim medis juga memberikan perawatan kepada seorang petugas Teknologi Informasi (TI) yang mengalami gangguan mata. 

Rincian spesifik mengenai kondisi peserta di Tamalanrea tidak diuraikan lebih lanjut dalam keterangan resmi, namun dipastikan tidak ada peserta yang harus menghentikan ujian secara permanen.

Unhas mengerahkan tenaga medis profesional dari Rumah Sakit Unhas serta mendirikan dua posko layanan kesehatan mobile di area ujian Tamalanrea dan Gowa. 

Langkah ini merupakan prosedur tetap untuk mengantisipasi kondisi darurat medis selama UTBK berlangsung. “Dengan sistem jemput bola ini, waktu respons kami sangat singkat. Peserta tidak perlu meninggalkan gedung ujian terlalu lama,” tambah Prof. Lalu. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya