Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Karim, 55, dan Edoh, 52, merupakan pasangan suami istri (Pasutri) warga Kampung Cimerak, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat terpanggil untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Pasangan tersebut, merasa bersyukur saat merintis usahanya sebagai pedagang cilok dan bubur keliling setelah 24 tahun menyisihkan uang.
Sebuah rumah sederhana padat penduduk di jalan gang sempit bercat putih berpolet coklat terlihat beberapa kolam ikan milik warga, hamparan persawahan dan saluran irigasi mengalir. Rumah tersebut, ditinggali oleh pasangan suami istri (Pasutri) Karim dan Edoh, bersama putrinya Fazriah, 22, serta menantunya tengah duduk di lantai beralaskan tikar.
Pasangan suami istri (Pasutri) baru saja merapihkan dan membereskan teras lantai rumah yang mana tahun ini telah mendapat panggilan berangkat ke Tanah Suci Mekkah masuk kelompok terbang (Kloter) 04 KJT pada Kamis 23 April 2026, meski awalnya hanya memprediksi berangkat tahun 2028. Namun, keduanya sumbringah mendapat kabar dan diikuti informasi dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mathlaul Khaer Cintapada, Ahmad Fauzi Abdul Latif hingga mengikuti manasik haji.
"Kami merasa bersyukur terpanggil untuk menunaikan ibadah haji dan ini merupakan nikmat bagi keluarga meski awalnya hanya memprediksi tahun 2028 bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Karena, sejak awal itu memiliki niat dalam hati ingin menunaikan ibadah haji bersama suami meski kondisi saat itu sebagai pedagang Cilok keliling," ujar Edoh, sambil meneteskan air mata, Rabu (22/4/2026).
Menurut Edoh, usaha pedagang cilok yang dilakukan bersama suaminya sejak tahun itu hanya bisa menempati rumah kontrakan di Babakan Kalangsari, Kecamatan Cipedes sejak tahun 2002-2012 dan berbagai upaya dilakukan berdua seperti bayar kontrakan sebesar Rp 30 ribu hingga naik Rp 60 ribu perbulan. Akan tetapi, karena ada niat ingin menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan upaya itu dilakukan dengan menyisihkan uang hasil berjualan.
"Kami sisihkan sejumlah uang hasil jualan Cilok dari keringat sendiri nilainya Rp 50 ribu, Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu setiap hari dan tambahannya sejak itu kami hanya mampu menjadi pembantu rumah tangga (PRT) dari rumah ke rumah. Penghasilan itu bertambah hanya diperuntukkan untuk beli beras, bayar kontrakan hingga kami berdua tetap mesyukurinya," katanya.
Sebagai pedagang cilok yang dilakukan bersama suaminya berjalan penuh lika liku meski banyaknya rintangan dihadapi, dan perjalanan tersebut berbuah manis setelah berusaha mencari rumah malah ada yang menjualnya. Karena, rumah yang dijualnya masih murah dan langsung membelinya tapi usahanya tetap berjalan hingga akhir tahun 2012.
"Usaha dagang cilok keliling memang dari penghasilan kecil tapi kami bersama suami tetap menikmati hidup dan menginjak 2013 beralih berdagang bubur ayam sederhana bernama "Bubur ayam Spesial Pak Karim" hingga di rumahnya ini Alhamdulilah telah dikarunia seorang putri dan usahanya terus lebih semangat sambil sisihkan uang hasil berjualan sebesar Rp 100 ribu, Rp 150 ribu setiap hari berjualan bubur ayam," katanya.
Edoh mengungkapkan, bertambahnya usia putrinya masuk pesantren Mathlaul Khaer Cintapada dan di sana mendaftarkan kuota haji bersama suaminya hingga harus bayar uang muka sebesar Rp50 juta kepada Ahmad Fauzi Abdul Latif dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Namun, bertambahnya penghasilan hasil jualan bubur dan menjadi pembantu rumah tangga (PRT) dari rumah ke rumah tersebut disisihkan hingga kembali bayar Rp15 juta dan tahun 2018 bayar Rp10 juta.
"Kami menyisihkan uang hasil berjualan bubur ayam keliling dua kali dalam sehari lantaran Karmin setiap berjualan banyak pelanggan meski dilakukannya mulai pukul 05.00-10.00 WIB dan kembali berjualan pukul 12.00-20.00 WIB harus berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 kilometer dari rumah dan menuju jalan baru penghubung antar Kota Tasikmalaya menuju Sindangkasih, Ciamis. Kami menyiapkan ruko kecil yang disajikan untuk jualan bubur bagi pelanggan semula Rp 7.000 naik Rp 10.000 satu mangkuk," tutur Karim.
Usaha yang dirintis menggunakan roda gerobak dan sempat mangkal, keliling ruas jalan hingga rumah ke rumah dengan harga satu mangkuk masih murah Rp 7.000 dan usahanya berubah menjadi Rp 10.000 menyesuaikan harga, lantaran kebutuhan pokok merangkak naik. Namun, untuk satu mangkuk memakai daging ayam, bawang daun, bawang merah goreng, kacang kedelai, kecap, sambal dan kerupuk.
Dagang bubur ayam yang dilakukannya itu membutuhkan beras seberat 3-5 kilogram dan usahanya tidak berhenti di tengah jalan meski pelanggan makin banyak membeli, jualan bubur tidak lain untuk kebutuhan keluarga serta besarkan putrinya. Usaha berdagang bubur tumbuh semakin meningkat dan bubur Karim selalu dicari pelanggan karena enak, lezat, gurih, enak dilidah dan terjangkau.
"Perjalanan hidup bersama suaminya saat itu hanya tinggal di rumah kontrakan bilik dan kini memiliki rumah sendiri, rutinitas bangun subuh sambil memanjatkan doa hingga melayani pelanggan, menyisihkan penghasilan sedikit demi untuk satu tujuan mulia pergi ke Baitullah. Kami awalnya tak percaya akan berangkat tahun 2026 meski prediksinya 2028 dan setelah dapat kabar dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mathlaul Khaer Cintapada, Kecamatan Cibeureum melunasi semua biaya haji sebesar Rp 62 juta," pungkasnya. (H-2)
Bupati menyampaikan momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jamaah.
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Pemberangkatan jemaah calon haji dari Maluku Utara.
SUASANA haru menyelimuti pelepasan 336 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Agam tahun 1447 Hijriah.
ROMBONGAN jemaah haji Kloter 05 Embarkasi Padang asal Kabupaten Padang Pariaman tiba di Asrama Haji, Selasa (28/4) pagi.
RATUSAN calon jemaah haji (calhaj) asal Tasikmalaya dipastikan tidak berangkat pada musim haji 2026.
Kloter 11 berangkat pada 29 April 2026 dan menjadi rombongan awal jemaah yang akan memulai perjalanan ke Tanah Suci, kloter 29 berangkat 13 Mei dan kloter 40 KJT berangkat pada 19 Mei.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memastikan kesiapan keberangkatan 1.339 calon jemaah haji (calhaj) tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved