Kemenhaj Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Tiga Kloter bagi 640 Calhaj dan Minta Jaga Fisik sebelum Berangkat

Kristiadi
12/4/2026 13:23
Kemenhaj Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Tiga Kloter bagi 640 Calhaj dan Minta Jaga Fisik sebelum Berangkat
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh(MI/KRISTIADI)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tasikmalaya, menyiapkan tiga kelompok terbang (Kloter) melalui Bandar Kertajati, Kabupaten Majalengka bagi 640 calon jemaah haji (calhaj) di tahun 2026. Pembagian kloter dilakukannya tersebut, menyesuaikan sistem yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh mengatakan, keberangkatan calon jemaah haji (calhaj) tahun ini berjumlah 640 orang dan mereka sudah mengikuti beberapa rangkaian manasik haji sebagai bekal sebelum berangkat. Namun, semua tahapan dokumen administrasi sudah dipersiapkan terutama visa, paspor dan lainnya.

"Keberangkatan calon jemaah haji (Calhaj) semuanya sudah terjadwal dan sekarang memprioritaskan kondisi kesehatan jelang keberangkatan. Karena, semua rangkaian manasik sudah dilakukan sebelum jelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekah dan memang calhaj menjadi perhatian banyak keluarga jemaah menantikan kepastian jadwal keberangkatan," ujar Iin Ufairoh, Minggu (12/4/2026).

Menurut Iin, penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini di Kabupaten Tasikmalaya  melibatkan 18 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), didukung 8 orang petugas yang akan mendampingi jemaah. Namun, Manasik haji menjadi bagian penting untuk memahami tata cara ibadah mulai rukun, wajib, sunnah haji dilakukan mengikuti simulasi praktik ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf.

"Insya Allah kloter 11 berangkat pada 29 April 2026 dan menjadi rombongan awal jemaah yang akan memulai perjalanan ke Tanah Suci, kloter 29 berangkat 13 Mei dan kloter 40 KJT berangkat pada 19 Mei. Akan tetapi, keberangkatan jemaah haji akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat agar dalam pelaksanaan berjalan lancar," katanya.

Menurutnya, kegiatan manasik merupakan pembekalan bertujuan agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara mandiri dan siap untuk menghadapi kondisi di Tanah Suci termasuk kepadatan jemaah hingga perbedaan cuaca yang cukup ekstrem. Berdasarkan data komposisi jemaah haji pada tahun 2026, didominasi perempuan mayoritas pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia (Lansia) hingga jemaah supaya memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara benar.

"Kami mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi kesehatan jelang keberangkatan dan fisik menjadi salah satu faktor penting dalam ibadah. Para jemaah harus disiplin, kesipan mental juga menjadi kunci dalam menghadapi jutaan jemaah lantaran dari berbagai negara di dunia hingga diminta agar mematuhi seluruh aturan selama pelaksanaan haji," pungkasnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya