Ratusan Calon Jemaah Haji Tasikmalaya Gagal Berangkat 2026, Mayoritas Belum Lunasi Biaya

Kristiadi
21/4/2026 19:27
Ratusan Calon Jemaah Haji Tasikmalaya Gagal Berangkat 2026, Mayoritas Belum Lunasi Biaya
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa.(MI/Kristiadi)

RATUSAN calon jemaah haji (calhaj) asal Tasikmalaya dipastikan tidak berangkat pada musim haji 2026. Penyebab utamanya adalah belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) akibat kendala ekonomi.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 75 calon jemaah haji di Kabupaten Tasikmalaya batal berangkat karena tidak melunasi BPIH 2026. Sementara itu, di wilayah kota, 202 jemaah menunda keberangkatan dengan alasan serupa.

Selain faktor ekonomi, terdapat pula 11 jemaah yang sudah melunasi biaya namun tetap menunda keberangkatan karena tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitha’ah.

Siapa dan Berapa yang Tetap Berangkat?

Di sisi lain, keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya tetap berjalan sesuai jadwal. Sebanyak 615 jemaah dipastikan berangkat melalui Embarkasi Kertajati dan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter):

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, memastikan seluruh dokumen seperti visa, paspor, dan kartu tasreh telah siap.

"Keberangkatan calon jemaah haji semuanya sudah terjadwal. Saat ini fokus utama kami adalah memprioritaskan kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Mengingat rentang usia jemaah tahun ini cukup jauh, yakni tertua 99 tahun dan termuda 19 tahun, persiapan fisik menjadi sangat krusial karena perbedaan cuaca di Arab Saudi," ujar Iin Ufairoh, Selasa (21/4).

Mengapa Banyak Jemaah Gagal Berangkat?

Faktor utama gagalnya keberangkatan adalah ketidakmampuan melunasi BPIH tepat waktu. Kondisi ekonomi menjadi penyebab dominan, baik di Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya.

Kepala Kemenhaj Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, menegaskan bahwa jemaah yang tertunda karena biaya akan diprioritaskan tahun berikutnya.

"Kami mengingatkan kembali kepada para calhaj agar tidak membawa peralatan dapur hingga peralatan rumah tangga yang berlebihan ke dalam bagasi, guna mematuhi regulasi penerbangan dan aturan di Arab Saudi," tegas Husna.

Bagaimana Persiapan Jemaah yang Berangkat?

Kemenag terus melakukan pembinaan, termasuk koordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah. Salah satu imbauan utama adalah memperbanyak konsumsi air agar terhindar dari dehidrasi di Tanah Suci.

Jemaah tertua berusia 99 tahun asal Kecamatan Bantarkalong dilaporkan dalam kondisi sehat dan siap berangkat. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner