Pastikan Stok Terjaga, Bulog Malang Gelontor Minyakita di Pasar Tradisional

Bagus Suryo
18/4/2026 20:05
Pastikan Stok Terjaga, Bulog Malang Gelontor Minyakita di Pasar Tradisional
Perum Bulog Cabang Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota sidak di Pasar Bunulrejo, Kota Malang.(MI/Bagus Suryo)

PERUM Bulog Cabang Malang, Jawa Timur, memastikan pasokan Minyakita di Kota Malang terjaga di tengah meningkatnya permintaan minyak goreng.

"Kita upayakan selalu ada Minyakita, semua pedagang dapat kendati tidak semua punya NIB (Nomor Induk Berusaha)," tegas Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman saat sidak bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota, Sabtu (18/4).

Guna memastikan pedagang menerima pasokan Minyakita, Bulog bekerja sama dengan Diskopindag Pemkot Malang untuk memfasilitasi NIB untuk pedagang di pasar.

Ia menjelaskan pasokan Minyakita ke pasar tradisional di wilayah kerja Bulog Malang tetap lancar dan terkendali. Dalam konteks ini tidak ada keterlambatan lantaran kuota selain untuk keperluan pasar juga untuk melayani bantuan pangan tetap terjaga.

"Stok di Kota Malang sebanyak 9 ribu liter," katanya.

Stok itu bakal ditambah sampai mencapai 24.000 kardus untuk kebutuhan selama 2 pekan. Satu kardus berisi 12 kantong kemasan 1 liter dan 6 kantong untuk kemasan 2 liter. Penambahan Minyakita di Kota Malang berkoordinasi dengan Bulog Jatim.

Bulog Malang telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 12.574 ton dengan Minyakita 2,5 juta liter. Jumlah penerima bantuan di wilayah kerja Bulog Malang mencapai 623.725 penerima manfaat. Setiap penerima bantuan mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter Minyakita.

Saat ini, sebanyak 13 cabang bulog di Jatim serentak menggelontor Minyakita ke pasar tradisional guna menjaga harga sesuai harga eceran tertinggi.

Pedagang di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Supriyono mengungkapkan konsumen demen membeli Minyakita karena harganya lebih murah ketimbang produk minyak goreng lainnya.

Pedagang menjual Minyakita Rp15.700/liter. Kini, stok minyak goreng tersedia sehingga tidak terjadi gejolak pasar.(BN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya