Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 16 April 2025 ; Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi di 26 Daerah

Akhmad Safuan
16/4/2026 09:26
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 16 April 2025 ; Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi di 26 Daerah
Keterangan foto: Gunung Slamet terpantau cerah dari Gardu Pandang Gunung Malang Kabupaten Banyumas pada Kamis (16/4) pagi, namun cuaca ekstrem berpotensi pada siang, sore hingga awal malam.Keterangan foto: Gunung Slamet terpantau cerah dari Gardu Pandang G(Akhmad Safuan/MI)

PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 16 April 2026 adanya potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah. Warga diminta untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, meskipun air laut pasang (rob) mereda namun gelombang tinggi di perairan masih berlangsung di perairan.

Pada pagi cuaca di Jawa Tengah umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 26 daerah.

Air laut pasang (rob) di perairan utara mereda, namun gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah mencapai 0,5-125 meter dan di perairan selatan 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran saat kecepatan angin diatas 15 knot teturana untuk kapal nelayan dan tongkang.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai dampak potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Kamis (16/4).

Cuaca ekstrem di puluhan daerah di Jawa Tengah pada Kamis (16/4), menurut Risca Maulida, terutama berlangsung di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Pantura dan Jawa Tengah bagian selatan, sehingga diminta warga berada di lereng perbukitan, daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan untuk waspada bencana hidrometeorologi itu.

Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu dan Majenang.

Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, lanjut Risca Maulida, angin bertiup dari arah timur laut ke selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi mengatakan air laut pasang menang sudah mereda, namun banjir sebagai dampak rob sebelumnya masih di sejumlah daerah di Pantura terutama di daerah langganan banjir seperti Demak dan Pekalongan.

"Gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, namun diminta warga beraktivitas di perairan untuk waspada terutama saat cuaca memburuk," ujarnya. (Akhmad Safuan/AS)

Keterangan foto:
Gunung Slamet terpantau cerah dari Gardu Pandang Gunung Malang Kabupaten Banyumas pada Kamis (16/4) pagi, namun cuaca ekstrem berpotensi pada siang, sore hingga awal malam.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 16 April 2025 ; Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi di 26 Daerah

PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 16 April 2026 adanya potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah. Warga diminta untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, meskipun air laut pasang (rob) mereda namun gelombang tinggi di perairan masih berlangsung di perairan.

Pada pagi cuaca di Jawa Tengah umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 26 daerah.

Air laut pasang (rob) di perairan utara mereda, namun gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah mencapai 0,5-125 meter dan di perairan selatan 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran saat kecepatan angin diatas 15 knot teturana untuk kapal nelayan dan tongkang.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai dampak potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Kamis (16/4).

Cuaca ekstrem di puluhan daerah di Jawa Tengah pada Kamis (16/4), menurut Risca Maulida, terutama berlangsung di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Pantura dan Jawa Tengah bagian selatan, sehingga diminta warga berada di lereng perbukitan, daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan untuk waspada bencana hidrometeorologi itu.

Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu dan Majenang.

Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, lanjut Risca Maulida, angin bertiup dari arah timur laut ke selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi mengatakan air laut pasang menang sudah mereda, namun banjir sebagai dampak rob sebelumnya masih di sejumlah daerah di Pantura terutama di daerah langganan banjir seperti Demak dan Pekalongan.

"Gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, namun diminta warga beraktivitas di perairan untuk waspada terutama saat cuaca memburuk," ujarnya. (Akhmad Safuan/AS)

Keterangan foto:
Gunung Slamet terpantau cerah dari Gardu Pandang Gunung Malang Kabupaten Banyumas pada Kamis (16/4) pagi, namun cuaca ekstrem berpotensi pada siang, sore hingga awal malam.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 16 April 2025 ; Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi di 26 Daerah

PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 16 April 2026 adanya potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah. Warga diminta untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, meskipun air laut pasang (rob) mereda namun gelombang tinggi di perairan masih berlangsung di perairan.

Pada pagi cuaca di Jawa Tengah umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 26 daerah.

Air laut pasang (rob) di perairan utara mereda, namun gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah mencapai 0,5-125 meter dan di perairan selatan 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran saat kecepatan angin diatas 15 knot teturana untuk kapal nelayan dan tongkang.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai dampak potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Kamis (16/4).

Cuaca ekstrem di puluhan daerah di Jawa Tengah pada Kamis (16/4), menurut Risca Maulida, terutama berlangsung di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Pantura dan Jawa Tengah bagian selatan, sehingga diminta warga berada di lereng perbukitan, daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan untuk waspada bencana hidrometeorologi itu.

Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu dan Majenang.

Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, lanjut Risca Maulida, angin bertiup dari arah timur laut ke selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi mengatakan air laut pasang menang sudah mereda, namun banjir sebagai dampak rob sebelumnya masih di sejumlah daerah di Pantura terutama di daerah langganan banjir seperti Demak dan Pekalongan.

"Gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, namun diminta warga beraktivitas di perairan untuk waspada terutama saat cuaca memburuk," ujarnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya