Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat (Jabar) yakni Bekasi dan Karawang telah memasuki musim kemarau. Meskipun musim kemarau diprediksi tiba lebih awal dengan durasi yang cukup panjang, periode mulainya musim kering di sejumlah wilayah Jabar dipastikan tidak akan terjadi secara serentak.
Untuk saat ini sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung masih terendam banjir, demikian pula dengan beberapa titik di wilayah Kota Bandung.
“Memang datang musim kemarau tidak bersamaan di wilayah Jabar, untuk beberapa wilayah di Bekasi dan Karawang Utara sudah masuk dan wilayah lain masih hujan,” ungkap Forecaster Stasiun Klimatologi Jabar, Vivi Indhira Purnaningtyas dalam konferensi pers prediksi muasim kemaau yang digelar BMKG via daring, Selasa (14/4).
Menurt Vivi, dalam upaya mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG secara resmi merilis panduan strategis mitigasi bencana guna menghadapi musim kemarau. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor vital kehidupan masyarakat. Sektor sumber daya air, optimalisasi operasi waduk dan bendungan, percepatan pembangunan/rehabilitasi embung & tampungan air, antisipasi krisis air bersih (droping air, sumur bor darurat), dan hemat air.
“Sedangkan pada sektor pertanian, saya menyarankan agar dilakukan penyesuaian kalender tanam guna menghindari puncak kemarau. Selain itu, penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan berumur pendek, pengalihan komoditas ke palawija di daerah rawan air, serta optimalisasi irigasi hemat air sangat dianjurkan,” paparnya.
Vivi menyebut, sektor kebencanaan, kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Lalu pada sektor energi dan lingkungan, pentingnya memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), penghematan energi, serta pengendalian kualitas udara akibat potensi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sektor kesehatan, antisipasi peningkatan ISPA akibat asap, edukasi hidrasi dan perlindungan panas, serta pengawasan kualitas air dan sanitasi.
Menyikapi transisi musim ini, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam langkah mitigasi guna menghadapi periode kering yang lebih panjang tahun ini.
"Masyarakat agar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau tahun ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi informasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Sementara itu Kepala BMKG Jabar, Rakhmat Prasetia memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Jabar pada periode 13-19 April 2026. Kondisi ini berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat.
“Dinamika atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Jabar. Suhu muka laut yang relatif hangat, potensi belokan angin, serta aktifnya gelombang atmosfer di awal pekan menjadi faktor yang meningkatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif,” terangnya.
Selain musim kemarau di Jabar, Rakhmat menerangkan pada awal pekan khususnya Senin (13/4) hingga Rabu (15/4), potensi hujan lebat tersebar di banyak daerah, seperti Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta. Subang, Indramayu, hingga Bandung Raya, serta wilayah selatan seperti Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya.
“Potensi tersebut bersifat lokal dan tidak merata, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas cukup tinggi. Memasuki Kamis 16 April 2026, wilayah yang berpotensi hujan lebat mulai berkurang, sementara pada Jumat hingga Minggu diprakirakan tidak terdapat potensi signifikan hujan lebat di Jabar,” tandasnya. (H-4)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved