Sejumlah Daerah di Jawa Tengah Mulai Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Akhmad Safuan
13/4/2026 14:40
Sejumlah Daerah di Jawa Tengah Mulai Siaga Hadapi Kemarau Panjang
Embung Celengan, Ngawen, Kabupaten Blora menjadi sumber cadangan air baku saat musim kemarau(MI/Akhmad Safuan)

HADAPI kekeringan akibat kemarau panjang yang diakibatkan El Nino Godzilla diprediksikan akan berlangsung hingga Oktober mendatang, sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai siaga dengan menyediakan jutaan liter air bersih.

Pemantauan Media Indonesia Senin (13/4) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur daerah di di Jawa Tengah, bahkan puluhan daerah masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung masih melanda sejumlah daerah hingga saat ini.

Namun perubahan cuaca sebagai dampak El Nino Godzilla yakni terjadinya kemarau panjang diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang sudah di depan mata, sejumlah daerah mulai siaga menghadapi kekeringan terutama terjadi kekurangan air bersih dengan menyiapkan sejumlah sumber mata air.

"Kita siapkan 1 juta liter air bersih menghadapi musim kemarau panjang akibat adanya El Nino Godzilla yang diperkirakan segera berlangsung," ku ata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Dalam penanganan kekeringan terutama kekurangan air di Kota Semarang, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, telah dilakukan koordinasi lintas sektoral terutama okeh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga diharapkan ketersediaan air bersih ajan mencukupi kebutuhan warga.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, lanjut Agustina Wilujeng Pramestuti, sejumlah kawasan di Kota Semarang mengalami kesulitan air bersih saat kemarau panjang seperti daerah Rawasari, Tembalang, Gunungpati dan lainnya, sehingga terus dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Demak Rezki Sulistyanto Soedibyo bahwa sebagai antisipasi terhadap kekeringan dan kekurangan air bersih, Pemerintah Kabupaten Demak telah menyiapkan 5.000-6.000 liter air untuk bantuan memenuhi kebutuhan warga.

Tidak hanya menyediakan ribuan liter air bersih, ungkap Rezki Sulistyanto Soedibyo, BPBD Demak juga melakuhan mitigasi bencana kekeringan dan pembentukan desa tangguh bencana, karena dampak kemarau panjang tidak hanya kebutuhan air bersih, tetapi juga diperkirakan akan berdampak kuat di sektor pertanian.

Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayahnya akan berlangsung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun hingga saat ini dampak El Nino Godzilla tersebut belum terjadi di provinsi ini, bahkan , kondisi atmosfer pada periode April hingga Juni 2026 masih dalam fase netral. 

"Tidak ada faktor signifikan yang dapat menambah maupun mengurangi curah hujan di wilayah Jawa Tengah, ada indikasi El Nino dengan intensitas lemah pada semester kedua 2026," ujar Analis Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Zauyik.

Menurut Zauyik sebagian wilayah Jawa Tengah, khususnya di bagian timur laut telah mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026, sedangkan durasi musim kemarau tahun ini di Jawa Tengah berlangsung 5-7 bulan.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan awal musim kemarau 2026 di Jawa Tengah secara umum terjadi pada Mei 2026, nmun ada beberapa wilayah diperkirakan sudah lebih awal berlangsung sejak awal April seperti Kabupaten Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar wilayah Pati, Jepara dan sebagian kecil Demak dan Blora. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya