Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM haji 1447 H/2026 M, Kota Tegal, Jawa Tengah, akan memberangkatkan sebanyak 302 calon jemaah haji (calhaj). Keberangkatan calhaj dibagi kedalam lima Kelompok Terbang (Kloter) yakni Kloter 05 SOC sejumlah 294 orang, Kloter 06 SOC sejumlah 1 orang, Kloter 10 SOC sebanyak 2 orang, Kloter 15 SOC sebanyak 2 orang, dan Kloter 80 sejumlah 3 orang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Kabag Kesra Setda) Kota Tegal, selaku Sekretaris Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kota Tegal, 1447 H/2026 M, Firman Hadi, pada acara Pelepasan Jemaah Calon Haji Kota Tegal tahun 1447 H / 2026 M, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, Kamis (9/4).
“Jumlah calon jemaah haji Kota Tegal tahun 2026 ini tercatat sejumlah 302 orang. Dan dari 302 Jemaah Calon Haji tersebut dibagi kedalam lima Kelompok Terbang (Kloter) yakni Kloter 05 SOC sejumlah 294 orang, Kloter 06 SOC sejumlah 1 orang, Kloter 10 SOC sebanyak 2 orang, Kloter 15 SOC sebanyak 2 orang, dan Kloter 80 sejumlah 3 orang,” ujar Firman Hadi.
Firman Hadi menuturkan rencana pemberangkatan calon jemaah haji Kota Tegal tahun 2026 akan diberangkatkan melalui 3 gelombang, dengan waktu sebagai berikut:
- Kloter 05, 06, dan 10 SOC akan diberangkatkan dari Kota Tegal menuju Asrama Haji Donohudan pada Rabu (22/4/ 2026) Pukul 01.00 WIB. Rombongan akan diterima di Asrama Haji Donohudan pukul 07.00 WIB.
- Kloter 15 SOC akan diberangkatkan dari Kota Tegal menuju Asrama Haji Donohudan pada hari Sabtu (25/4/ 2026) pukul 05.00 WIB. dan akan diterima di asrama pada pukul 14.30 WIB.
- Kloter 80 SOC diberangkatkan dari Kota Tegal pada Rabu (21/5/2026) pukul 00.00 WIB, dan diterima di Asrama Haji Donohudan pukul 13.50 WIB.
- Kloter 05 SOC akan diantar menggunakan armada bus sebanyak 8 unit, sedangkan kloter lainnya akan diantar menggunakan mini bus.
Untuk kepulangan, setelah jemaah haji kembali ke Tanah Air, Pemerintah Kota Tegal akan melakukan penjemputan Jemaah di Asrama Haji Donohudan pada 4 dan 5 Mei, 7 dan 9 Juni, serta tanggal 29 Juni 2026.
Perwakilan jemaah calon haji, K.H. Misbah, berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tegal dan Kantor Kementerian Agama beserta seluruh petugas yang telah memberikan bimbingan kepada para jemaah. Ia juga mengimbau para jemaah untuk terus mengikuti kegiatan manasik haji dengan sungguh-sungguh agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan lancar.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap umat muslim. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini.
“Oleh karena itu, bapak dan ibu sekalian adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan panggilan suci dari Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci,” ujar Dedy Yon.
Dedy Yon juga mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah calon haji dan mendoakan agar seluruh proses ibadah berjalan lancar, serta para jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan.
Dedy Yon mengingatkan para jemaah untuk meluruskan niat, menjaga kesehatan fisik dan mental, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kekompakan dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Harapannya, tentu sepulang dari ibadah haji, para jemaah dapat menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta mampu membawa dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” kata Dedy Yon. (JI/E-4)
Penggabungan kloter dilakukan untuk memastikan efisiensi dan kelancaran operasional pemberangkatan jemaah sesuai nomor manifes.
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia.
RATUSAN jemaah haji 2026 asal Kabupaten Kampar, Riau, yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya bertolak ke Tanah Suci pukul 15.26 WIB, Selasa (28/4) setelah terkendala
PEMERINTAH KabupatenTasikmalaya, Jawa Barat melepas 445 jemaah haji 2026 bersama petugas yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 11 KJT di Islamic Center, Kecamatan Singaparna
Pria asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini membawa serta puluhan tahun kisahnya sebagai tukang becak dan berhasil naik haji.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved