102 Orang Positif Campak, Dinkes Garut Gelar Imunisasi Serentak

Kristiadi
07/4/2026 17:32
102 Orang Positif Campak, Dinkes Garut Gelar Imunisasi Serentak
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan secara serentak berada di Puskesmas dan Posyandu. Pelaksanaan imunisasi tersebut, setelah ditemukan 102 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat hingga 60 orang harus mendapat perawatan di rumah sakit

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin mengatakan, kasus campak di wilayahnya terjadi sejak bulan Januari-April menemukan 102 orang positif tertular campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat. Namun, penularan makin meningkat hingga menyebabkan 60 orang harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit dan yang lainnya berangsur sembuh.

"Di Kabupaten Garut untuk kasus tertular penyakit campak mengalami peningkatan dan sekarang 60 orang harus mendapat perawatan rumah sakit. Peningkatan kasus tersebut, setelah Dinas Kesehatan temukan 102 orang positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar," ujar Yodi Sirojudin, Selasa (7/4/2026).

Menurut Yodi, kasus penyakit campak di Kabupaten Garut penularan mengalami peningkatan cukup signifikan lantaran 102 orang positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Namun, peningkatan kasus menyebabkan 60 orang harus menjalani perawatan rumah sakit hingga para pasien lain berangsur dapat disembuhkan dan tidak angka kematian.

"Kasus penyakit campak terjadi setelah petugas kesehatan termasuk Puskesmas menemukan pasien berobat dan langsung melakukan penanganan secara intensif di ruang isolasi. Peningkatan tersebut, cukup signifikan lantaran sampel yang dikirim ke Laboratorium Labkesda Provinsi Jabar ditemukan 102 orang positif di antaranya 60 orang harus menjalami perawatan," katanya.

Menurutnya, meningkatnya kasus campak Dinas Kesehatan melakukan langkah dan menggelar imunisasi secara serentak pada anak dengan menyasar 165 ribu balita usia 9 bulan, usia 18 bulan hingga kelas 1 SD, sederajat tanpa melihat status imunisasi sebagai upaya mengatasi penularan. Akan tetapi, pelaksanaan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) saat ini tengah dilakukan di Puskesmas dan Posyandu.

"Petugas Kesehatan bersama Puskesmas dan Posyandu secara serentak menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh wilayah dan sekarang ini sudah mencapai ORI 16,85 persen. Namun, pelaksanaan imunisasi ini akan terus dilakukan kepada anak-anak agar mereka memiliki kekebalan tubuh dan tidak gampang tertular penyakit campak," paparnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan, jajarannya di setiap Polsek melakukan monitoring yang berkaitan dengan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukannya di puskesmas dan posyandu. Namun, pelaksanaan imunisasi campak yang dilakukan serentak guna mencegah penyebaran pengakit campak dan menekan kejadian luar biasa (KLB).

"Polres Garut bersama jajaran Polsek saat ini melakukan monitoring dan memastikan imunisasi berjalan aman, tertib dan lancar. Pelaksanaan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Puskesmas dan Posyandu, sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit campak serta sebagai bentuk dukungan Polri dalam terhadap program pemerintah menekan angka penyebaran campak termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi anak," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya