Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Langkah ini dilakukan seiring inflasi NTT pada Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,34 persen (year on year), namun masih berada dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Selasa (10/2) mengatakan, pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah provinsi untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pada ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Inflasi NTT masih terjaga dalam sasaran nasional. Pasokan dan stok komoditas pangan utama relatif aman, namun kewaspadaan tetap diperlukan agar harga tetap terkendali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi bersama TPID terus mengimplementasikan strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, sebagai kerangka utama pengendalian inflasi daerah.
Forum ini menjadi wadah penguatan koordinasi dalam menghadapi potensi tekanan inflasi, khususnya menjelang rangkaian HBKN pada semester I tahun 2026 yang berpotensi meningkatkan permintaan pangan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Indonesia Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TPID se-NTT.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga, seiring dengan pertumbuhan ekonomi NTT yang kuat sebesar 5,14 persen (yoy).
“Capaian ini menunjukkan efektivitas sinergi pengendalian inflasi. Pada 2026, fokus diarahkan pada pengendalian inflasi jangka pendek untuk menghadapi festive season, serta strategi jangka menengah dan panjang melalui penguatan struktur produksi dan distribusi pangan,” kata Adidoyo.
Ia menambahkan, terdapat sembilan HBKN pada periode Februari hingga Juni 2026 yang memerlukan langkah antisipatif lebih intensif agar tidak memicu lonjakan harga.
Optimisme pengendalian inflasi 2026 juga diperkuat dengan dukungan kebijakan dan anggaran. Alokasi APBN untuk pengendalian inflasi di NTT pada 2026 mencapai Rp762,38 miliar, yang diarahkan antara lain untuk operasi pasar murah, intensifikasi sidak pasar, aktivasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta penguatan kapasitas produsen lokal melalui dukungan sarana prasarana, pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital pangan.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas kebijakan, HLM TPID NTT juga dirangkaikan dengan kegiatan capacity building yang diikuti lebih dari 40 anggota TPID kabupaten/kota se-NTT. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan analis kebijakan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan difokuskan pada peningkatan kualitas asesmen, perumusan program unggulan, serta evaluasi kinerja TPID.
Melalui sinergi yang kuat dan kebijakan yang terarah, Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank Indonesia optimistis mampu menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong kesejahteraan Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.(H-2)
Ia mendorong pemerintah untuk melakukan aktivasi terhadap jutaan hektare lahan terlantar guna dijadikan basis produksi desa.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Harga bahan pokok di Pasar Gedhe Klaten menunjukkan tren penurunan dua pekan pasca-Lebaran 2026. Sementara itu, ketersediaan dan pasokan bahan pokok kebutuhan masyarakat aman dan lancar.
PEMERINTAH terus memperkuat pengendalian harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mencukupi, khususnya menjelang Lebaran 2026.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
LONJAKAN harga komoditas global kembali membuka perdebatan lama terkait potensi penerimaan negara yang hilang. Indonesia dinilai membutuhkan instrumen fiskal baru berupa windfall tax.
Pemerintah menyiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
Pasar modal Indonesia menutup perdagangan Selasa (3/3) di zona merah, namun 10 saham ini berhasil mencetak cuan tebal bagi investor.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved