Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi merata di berbagai daerah Senin (12/1), hujan badai dan gelombang tinggi hingga 2,5 meter juga masih berlangsung perairan Jawa Tengah, diminta warga mewaspadai dampak kondisi cuaca tersebut.
Sejak pagi hujan ringan-sedang mengguyur sejumlah daerah di Pantura dan Jawa Tengah bagian timur, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang semakin meningkat secara merata, bahkan cuaca ekstrem kembali berlangsung di daerah di Jawa Tengah hingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Hujan petir dan badai, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, sehingga diminta warga beraktifitas di perairan tersebut untuk waspada. "Cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, saat kecepatan angin diatas 15 knot," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.
Kondisi cuaca di berbagai kawasan perairan yang buruk tersebut, ungkap Shafira Tsanyfadhila, menjadikan warga beraktivitas di laut seperti kapal nelayan, tongkang, angkutan barang dan penumpang serta penyeberangan antar pulau untuk waspada, meskipun air laut pasang (rob) sudah kembali menurun.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengatakan cuaca ekstrem juga masih berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah Senin (12/1) sehingga diminta warga baik di dataran tinggi, sedang maupun rendah untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Daerah di Jawa Tengah kembali berpotensi cuaca ekstrem, menurut Risca Maulida, terjadi cukup merata yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara dan Demak.
Selain itu daerah lainnya, lanjut Risca Maulida, juga berpotensi cuaca ekstrem meliputi Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Risca Maulida Senin (12/1).(H-2)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved