Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI hari ke-25 pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kondisi warga terdampak masih memprihatinkan. Selain kelangkaan bahan makanan, air bersih, dan tempat tinggal, persoalan kesehatan dan sanitasi kini menjadi ancaman serius.
Hasil penelusuran Media Indonesia, Sabtu (20/12), menunjukkan kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Minimnya fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian dan kawasan permukiman terdampak banjir menyebabkan meningkatnya risiko penyebaran penyakit.
Fasilitas jamban dan WC di rumah-rumah warga hancur akibat banjir yang terjadi pada 26-27 November lalu. Namun hingga air surut dan memasuki hari ke-25 pascabencana, belum terlihat pembangunan jamban darurat atau penyediaan WC portabel oleh pemerintah.
Di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, hingga Sabtu (20/12) belum tersedia WC darurat berbahan fiberglass. Akibatnya, warga terpaksa buang air besar sembarangan di selokan, saluran air, atau di balik puing bangunan dan tumpukan sampah.
“Ketersediaan sanitasi dan jamban sangat buruk. WC portabel nyaris tidak ada. Peran pemerintah belum terlihat, yang ada hanya bantuan masyarakat. Warga terpaksa buang air besar sembarangan,” kata Ikhsan, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pidie yang tergabung dalam Tim Emergensi Medis Dinas Kesehatan Provinsi Aceh di Aceh Tamiang.
Ia menyebutkan, saat ini banyak korban banjir mengalami infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, gatal-gatal, serta penyakit kulit. Kondisi tersebut diperparah oleh buruknya kebersihan lingkungan dan tumpukan sampah yang belum tertangani.
Kota Kuala Simpang dilaporkan dipenuhi sampah sisa banjir dan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan parah. Dari sekitar 15 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan, hanya dua hingga tiga unit yang kembali beroperasi secara terbatas.
Salah satunya adalah Puskesmas Banda Mulia yang baru membuka layanan unit gawat darurat (UGD). Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang sempat lumpuh akibat tertimbun lumpur setinggi 1,5 meter dan hingga kini hanya melayani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menurut Ikhsan, tanpa keterlibatan penuh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh, proses pemulihan pascabencana akan berlangsung lama. Ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret, terutama di wilayah dengan tingkat kerusakan terparah seperti Aceh Tamiang.
“Listrik harus segera dihidupkan, sumur bor diperbanyak, sampah dimusnahkan, rumah warga dibersihkan, hunian sementara dibangun, dan jamban darurat yang layak segera disediakan,” ujarnya. (Z-10)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved