Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Yayasan Ibeka meresmikan pengoperasian Pembangkit Energi Terpadu berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 10 kW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7 kWp di Kampung Ausem, Distrik Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara sisi energi dan ekonomi biru sehingga paling tidak kampung ini ikut mendukung untuk memenuhi komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca," ujar Direktur Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Iswahyudi, melalui keterangannya, Jumat (28/11).
Program ini menghadirkan akses listrik 24 jam bagi 154 jiwa dari 35 Kepala Keluarga, termasuk 10 fasilitas umum, menjadikan Ausem sebagai desa pertama di Distrik Yerui yang menikmati listrik berkelanjutan berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi Pelindo dalam pemerataan energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan.
"Pelindo berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pembangkit energi terpadu di Ausem, Papua bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Asta Cita Presiden," ujar Ali.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
"Kami berharap hadirnya Pembangkit Energi Terpadu ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mengembangkan potensi besar yang dimiliki Ausem," kata Ali.
Pelindo dan IBEKA juga membangun workshop ekonomi produktif dan mendampingi pembentukan BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) Mariseni Jaya Ausem, yang kini menjadi pengelola operasional PLTMH, PLTS, mesin es balok, bengkel perahu, serta unit usaha ekonomi produktif lainnya
"Pembangkit ini tidak hanya menyediakan akses listrik, tapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Pembangkit ini diharapkan dapat bertahan sampai ke generasi selanjutnya," kata Direktur Eksekutif Ibeka, Tri Mumpuni.
Potensi ekonomi masyarakat meningkat signifikan, dengan estimasi produksi 3–11 ton hasil perikanan per bulan dan potensi pendapatan Rp58–167 juta per bulan, termasuk peluang penjualan ke wilayah Biak dan Serui.
Kepala Kampung Ausem, Yan Kristian Berotabui mengungkapkan bahwa hadirnya PLTMH dan PLTS ini akan menerangi rumah, sekolah dan rumah ibadah, bahkan membuka peluang tambahan penghasilan.
"Dengan adanya listrik anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari. Para Ibu bisa mengelola hasil kebun dan hasil laut secara lebih baik. Anak-anak muda bisa berinovasi, berkreasi, dan workshop menjadi tempat pelatihan bagi generasi berikutnya," ungkap Yan Kristian. (H-2)
Prestasi ini mencerminkan pengakuan pada kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang berfokus pada keselamatan (safety) dan keandalan (reliability) sistem kelistrikan.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Begitu juga yang lainnya, seperti konversi sepeda motor, baik menuju bahan bakar gas, khususnya CNG atau pun listrik.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Pemerintah mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Indonesia tancap gas dalam mendorong transisi menuju energi hijau dengan menjadikan teknologi HVDC dan pengembangan PLTS berkapasitas 100 GW sebagai pilar utama.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
Mosaic menggelar Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta, mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), hingga lembaga filantropi Islam.
LIMES Renewable Energy menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai penjajakan investasi energi terbarukan di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved