Mosaic Dorong Penggunaan Energi Surya untuk Masjid Lewat Sedekah Energi

Despian Nurhidayat
15/4/2026 18:57
Mosaic Dorong Penggunaan Energi Surya untuk Masjid Lewat Sedekah Energi
Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi(Mosaic)

 

Muslims for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) menggelar Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta, mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), hingga lembaga filantropi Islam untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di masjid dan pesantren. Forum ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan ambisi pembangunan 100 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan lebih dari 800.000 masjid di seluruh Indonesia, fasilitas keagamaan dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pemasangan panel surya atap yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menekankan bahwa masjid dan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi publik. Menurutnya, program Sedekah Energi yang telah dijalankan menjadi bukti konkret.

"Hingga kini, lebih dari 21.000 donatur telah berpartisipasi, dengan instalasi panel surya di enam lokasi seperti Sembalun, Yogyakarta, Tasikmalaya, Garut, Dharmasraya, dan Sijunjung, dengan total kapasitas 23.525 WP," tutur Aldy.

Dari sisi pemerintah, perwakilan Kementerian ESDM, Erick Tadung, mengungkapkan bahwa potensi energi surya di Indonesia mencapai 3.294 GW—terbesar dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya. Namun, pemanfaatannya masih sangat rendah, baru sekitar 1,49 GW.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama, Muhibuddin, menjelaskan bahwa solarisasi masjid menjadi bagian dari Rencana Aksi Ekoteologi 2026. Program ini mencakup empat konsep utama: Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan setidaknya 50 masjid siap mengadopsi teknologi hijau pada 2026. Untuk mendukung pendanaan, Kementerian Agama juga mendorong masjid menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga pembiayaan solarisasi dapat bersumber dari komunitas itu sendiri.

Selain itu, aspek literasi menjadi kunci, dengan melibatkan sekitar 50.000 penyuluh agama untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Forum ini juga menyepakati sejumlah lokasi sebagai pilot project tahun ini, yang akan disinergikan dengan program Kota Wakaf dan pengembangan PLTS pemerintah.

Kolaborasi lintas sektor diperkuat melalui platform wakafenergi.id yang digagas Yayasan Islam Al Azhar, sebagai wadah bersama antara pemerintah dan CSO seperti Wakaf Energi, Enter Nusantara, Al Washliyah Kota Medan, Green Justice Indonesia, hingga Forum Zakat.

Melalui sinergi ini, diharapkan terbentuk ekosistem energi bersih berbasis komunitas keagamaan yang tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga memperluas partisipasi publik dalam pembangunan berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya