Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMANGAT gotong royong menjadi motor penggerak warga Kampung Tua Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ratusan warga bersama relawan dari berbagai kalangan turun langsung membersihkan area darat dan laut dalam kegiatan World Clean Up Day (WCD) Batam.
Aksi tersebut melibatkan masyarakat setempat, pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs), relawan PT Philip, tenaga Puskesmas dan Polsek Sekupang, serta aparatur Kelurahan Tanjungriau. Para ketua RT dan RW turut memimpin jalannya kegiatan di wilayah masing-masing, menumbuhkan suasana kebersamaan dan semangat kerja kolektif di kawasan pesisir.
Menurut Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih tumbuh kuat di tengah padatnya permukiman warga. “Kami bersatu, baik masyarakat maupun relawan perusahaan, bergandengan tangan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Sabtu (25/10).
Sebanyak 200 relawan PT Philip dan 200 siswa MTs ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Selain membersihkan jalan utama dan halaman rumah warga, peserta juga menyusuri perairan menggunakan boat pancung untuk mengumpulkan sampah yang tersangkut di laut. Fokus utama kegiatan ini adalah membersihkan area perairan pesisir. Pasalnya, arus laut kerap membawa sampah rumah tangga ke tepi pantai dan area tambatan perahu warga. Dengan penuh semangat, relawan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga lainnya.
Dari hasil gotong royong tersebut, terkumpul sekitar 1,5 ton sampah dari wilayah darat maupun laut. Seluruhnya kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Ketua RW 01, Awang Ramli, merasa bangga melihat antusiasme dan semangat gotong royong masyarakat dalam aksi bersih lingkungan itu. “Syukur, kegiatan ini luar biasa. Bukan hanya membuat lingkungan bersih, tapi juga mempererat kebersamaan warga,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW 02, Surya Ningsih, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan semakin meningkat. “Kami berharap warga lebih disiplin dalam membuang sampah dan terus menjaga lingkungan. Lingkungan bersih, masyarakat pun sehat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan sosial yang hidup di tengah masyarakat Tanjungriau. Melalui kerja bersama, warga pesisir menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan komitmen kolektif untuk melestarikan kampung tua warisan leluhur mereka.(M-2)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Ketiadaan Minyakita di pasaran bukan disebabkan oleh kenaikan harga, melainkan karena prioritas distribusi untuk kebutuhan program bantuan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved