Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DAERAH berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah meningkat Kamis (17/4), sejak pagi hujan telah mengguyur sejumlah daerah di Pantura tengah-barat dan Jawa Tengah bagian timur, diminta warga di daerah rawan mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga di daerah rawan bencana di Jawa Tengah mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, karena potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir di Jawa Tengah meningkat.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura tengah-barat, Jawa Tengah bagian timur dan kawasan pegunungan, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan ringan-sedang meningkat secara merata, bahkan berpotensi menjadi hujan sedang-lebat dan ektrem di 30 daerah di Jawa Tengah.
"Waspadai ancaman bencana hidrometeorologi, karena daerah berpotensi cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan dibandingkan sebelumnya yakni di 30 daerah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati Kamis (17/4).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Farita Rachmawati, angin bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, gelombang di perairan utara 0,1-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 1,25-2,5 meter.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Farita Rachmawati, berpotensi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Tengah bagian selatan dan Solo Raya yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar Surakarta dan Sragen.
Selain itu cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Farita Rachmawati, juga berpotensi di daerah seperti Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Sedangkan daerah lain berpeluang hujan ringan-sedang yakni Cilacap, Kebumen, Rembang, Kendal, Batang, Semarang, Pekalongan dan Tegal," imbuhnya.(H-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
CUACA ekstrem yakni hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, daerah Jawa Tengah bagian selatan dan Solo Raya.
Cuaca pagi secara umum berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang tersebar merata daerah di Jawa Tengah.
Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Hujan dengan intensitas sedang-lebat berpeluang terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Jawa Tengah bagian timur dan pesisir selatan.
Pada pagi cuaca pada umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam seluruh daerah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved