Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan mayoritas kota besar di wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Minggu (31/12)
"Terpantau ada sirkulasi siklonik di wilayah pesisir Kalimantan Barat yang dapat mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan yang cukup signifikan di sekitar wilayah tersebut," kata prakirawan BMKG Yuni Maharani seperti dilansir dari Antara.
Di Pulau Sumatra, hujan ringan berpotensi turun di Kota Padang, Medan, dan Pangkal Pinang. Kemudian hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Kota Tanjung Pinang, Bandar Lampung, dan Bengkulu.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Perayaan Tahun Baru 2024
BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir di wilayah Pekanbaru, Palembang, dan Jambi. Sementara itu, langit berawan diperkirakan hanya menyelimuti wilayah Banda Aceh.
Di Pulau Jawa potensi hujan ringan ada di Jakarta, Semarang, Surabaya; hujan sedang di Serang dan hujan lebat di Yogyakarta; sedangkan hujan petir diperkirakan mengguyur Kota Bandung.
Di Kepulauan Lesser Sunda, langit berawan ada di Kupang, hujan ringan di Denpasar, dan hujan petir diprakirakan mengguyur Mataram.
Di Pulau Kalimantan, hujan ringan berpotensi turun di Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Kemudian, hujan petir di Banjarmasin dan langit berawan hanya ada di Tanjung Selor.
Baca juga: Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat Jadi Wilayah Paling Banyak Alami Bencana Alam di 2023
Adapun mayoritas kota besar di Pulau Sulawesi berpotensi hujan ringan, kecuali Manado yang diprakirakan berawan.
Di wilayah timur Indonesia, hujan ringan berpotensi turun di Manokwari dan Jayapura. Sedangkan, hujan petir diperkirakan hanya ada di Ambon dan cuaca berawan hanya ada Ternate.
BMKG juga melaporkan kondisi angin permukaan di wilayah selatan Indonesia umumnya didominasi dari angin yang bertiup dari timur hingga tenggara. Kemudian, kondisi angin untuk wilayah utara Indonesia umumnya bertiup dari timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Indonesia. (Z-6)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
PPIH Arab Saudi mengintensifkan edukasi dan distribusi APD bagi jemaah haji Indonesia di Madinah guna mengantisipasi cuaca panas ekstrem 35 derajat Celsius.
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved