Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK 2015 hingga 2023, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menggungat sebanyak 22 perusahaan terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengungkapkan, dari jumlah itu, sebanyak 14 perusahaan yang digugat telah memiliki keputusan hukum tetap dan siap untuk dilakukan eksekusi.
Rasio menjabarkan, total nilai putusan terhadap 14 perusahaan itu sebesar Rp5,6 triliun. Di mana tujuh perusahaan dalam tahap proses eksekusi dengan nilai putusan Rp1,9 triliun dan tujuh perusahaan lainnya sedang persiapan untuk dieksekusi dengan nilai putusan sebesar Rp2,5 triliun.
"Dari tujuh perusahaan dalam proses eksekusi, dua perusahaan diantaranya telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan pembayaran ganti rugi dan tindakan pemulihan lingkungan hidup sesuai dengan isi putusan pengadilan, yaitu PT Kallista Alam (PT KA) dan Surya Panen Subur (PT SPS) yang keduanya berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh," kata Rasio di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Jumat (18/8).
Baca juga: Di Pangkalpinang Ada 28 Titik Rawan Karhutla
Rasio menegaskan bahwa pihaknya secara intensif memonitor terhadap titik panas (hot spot) secara kontinyu sejak Januari 2023 sampai Agustus 2023 dan telah memberikan peringatan kepada perusahaan yang terindikasi adanya titik panas (hot spot) dengan tingkat kepercayaan diatas 79% sejumlah 99 Surat Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan.
"Untuk penguatan penegakan hukum tindak pidana karhutla telah dibentuk Satgas Penegakan Hukum Terpadu menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Menteri LHK, Kapolri dan Jaksa Agung. Melalui Satgas Penegakan Hukum terpadu penanganan kasus-kasus Karhutla dilakukan secara bersama antara penyidik KLHK, Penyidik Polri dan Jaksa," beber dia.
Baca juga: Diduga Ulah Pemancing, 10 Hektare Lahan di Lintas Timur Bangka Terbakar
"Kami tidak akan berhenti melakukan gakkum dan kami akan menggunakan semua dukungan teknologi maupun ahli, walaupun kebakaran sudah cukup lama, kami bisa mendeteksi ini semua. Beberapa kasus kita tangani sejak 2015," imbuh Rasio.
Pada kesempatan itu, Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK Jasmin Ragil Utomo mengungkapkan, selain membayar ganti rugi pihaknya juga akan meminta pihak perusahaan untuk melakukan pemulihan. Pasalnya, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah konsesi, khususnya lahan gambut, bisa menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Masalah pemulihan, untuk skemanya bisa dilakukan perusahaan sendiri. Meskipun dalam putusannya ada nilai angka, tapi yang terpenting adalah bagaimana ini bisa dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri," ucap dia.
(Z-9)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved