Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan terjadi di perbukitan kawasan Desa Aransina kecamatan Tanjung bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (17/5) malam.
Berdasarkan pantauan langsung di Lapangan pada, pukul 21.00 Wita, api merambat dengan sangat cepat ke lahan-lahan lain yang sebelumnya belum terbakar. Hal tersebut terjadi diyakini karena embusan angin yang kencang.
Menurut warga setempat, kebakaran terjadi sejak pukul 16:00 Wita. Namun, belum diketahui secara pasti pemicunya.
Baca juga: Kemarau, Hampir Seluruh Wilayah NTT Rawan Karhutla
Sebelumnya, BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga sudah mengeluarkan peringatan dini ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (16/5) pagi. Peringatan itu dikeluarkan bersamaan dengan datangnya musim kemarau di 22 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Dari peta daerah rawan kebakaran yang disampaikan BMKG, hanya beberapa kecamatan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur di Pulau Flores serta Timor Tengah Selatan di Pulau Timor yang relatif aman dari ancaman karhutla. Sedangkan, wilayah kabupaten lainnya masuk zona merah atau sangat mudah terbakar.
Baca juga: 4 Kecamatan di Palangka Raya Rawan Kahutla
"Yang sangat mudah terbakar adalah alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutup lantai hutan dan kondisi sangat kering," kata Kepala BMKG Stasiun El Tari Kupang, Aguns Sudiono Abadi. (Z-11)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved