Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan memberikan penghargaan kepada 15
ulama yang dinilai berjasa dalam penyebaran agama dan perkembangan
Nahdlatul Ulama di provinsi tersebut.
Pemberian penghargaan ini diserahkan Gubernur Sahbirin Noor pada peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Peringatan Satu Abad
Nahdlatul Ulama 1344-1444 Hijriah di Kiram Park, Kabupaten Banjar.
"Penghargaan diberikan atas dedikasi dan pengabdian dalam menyebarkan ajaran Aswaja dan pengembangan Nahdlatul Ulama di Kalsel," tutur Sahbirin.
Para ulama yang mendapatkan penghargaan ini di antaranya almarhum KH Idham Chalid, KH M Husin Mughni dan KH Husin Qadri.
Sementara itu, peringatan satu abad NU yang dipusatkan di Kiram Park, Kabupaten Banjar, dihadiri ribuan santri, Banser hingga organisasi Islam yang ada di Kalsel.
"Acara peringatan satu abad NU ini sebagai bentuk menghargai para pendiri dan penggagas Nahdlatul Ulama di negeri ini, termasuk Kalsel.
Kita jangan melupakan sejarah," kata Sahbirin.
Peringatan satu abad NU di Kalsel ditandai dengan pawai kendaraan bermotor yang diikuti ribuan santri berasal dari berbagai pondok
pesantren di Kalsel. Pawai dimulai dari Pondok Pesantren Tahfidz
Darussalam, Kota Martapura menuju Kiram Park lokasi puncak acara peringatan berupa Tabligh Akbar.
Peserta kirab yang mayoritas para santri ini memadati jalan-jalan Kota Martapura menuju lokasi Kiram Park, menempuh rute sepanjang 20 kilometer.
Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama Kalsel, Diauddin mengatakan Pawai Ta'aruf, diperkirakan diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai pondok pesantren.
Sementara tabligh akbar bekerja sama dengan warga alumni Pondok Pesantren Darussalam dan PCNU. Tausyiah disampaikan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftahul Akhyar, Pengurus Pengkaderan Aswaja Center Pesantren Tebuirang Ustad Syukron Makmun. (N-2)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
Menurutnya ini bukan sekadar teladan yang tidak hanya berlaku bagi kalangan anak muda NU sebagai generasi penerus.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved