Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGENDARA sedan Audi warna hitam pada kasus tabrak lari yang menyebabkan tewasnya Selvi Amalia Nuraeni, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur, Jawa Barat, akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka.
Penetapannya berdasarkan hasil penyelidikan polisi setelah dilakukan pengumpulan keterangan saksi dan bukti-bukti.
"Kami lakukan gelar perkara pada 28 Januari sekitar jam 9 pagi. Dari gelar perkara tersebut akhirnya ditetapkan tersangka atas nama SGG," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompi saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Sabtu (28/1) malam.
Pascapenetapan, kata Ibrahim, polisi berupaya menangkap tersangka. Namun, saat ini tersangka berupaya melarikan diri. "Akhirnya kita terbitkan DPO (daftar pencarian orang) atas yang bersangkutan," tegas Ibrahim.
Tersangka disangkakan dengan Pasal 310 ayat 4 juncto Pasal 312 UU RI Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman pidananya selama 6 tahun penjara.
"Untuk itu, terkait dengan DPO, kita mengimbau kepada tersangka agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ada hal yang perlu diingat bahwa ini merupakan laka lantas. Kondisi umum pada laka lantas, tidak ada orang yang menginginkan kecelakaan tersebut," bebernya.
Polisi meminta tersangka segera menyerahkan diri. Jika tidak, polisi akan mengambil langkah tegas penangkapan serta menerapkan pasal tambahan karena tidak kooperatif dan menghambat proses penyidikan.
Baca juga: Polda Jabar Pastikan Mobil Audi Tabrak Mahasiswi di Cianjur
"Untuk itu, saudara SGG kami minta untuk menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan akibat dari kejadian laka lantas ini," kata Ibrahim.
Kasus dugaan tabrak lari yang dialami korban terjadi di Jalan Raya Bandung Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah, Jumat (201/) pekan lalu. Saat kejadian korban tengah mengendarai sepeda motor matik yang melaju ke arah pusat kota Cianjur.
Dalam perjalanan, korban sempat menabrak sebuah angkot yang ada di depannya. Korban terjatuh dengan posisi ke sebelah kanan dan sepeda motor ke arah kiri. Saat itu diduga korban terbentur ban kendaraan dari arah berlawanan.
Viral di media sosial kendaraan yang menyebabkan tewasnya korban merupakan iring-iringan anggota polisi. Namun kabar itu dibantah pihak kepolisian.
"Dari kejadian ini sudah menimbulkan beberapa opini publik yang akhirnya menjadi informasi liar yang berseliweran," ungkapnya.
Polisi memandang perlu meluruskan informasi dan mengklarifikasi kejadian tersebut. Ibrahim menyebut proses penyelidikan dan penyidikannya relatif cukup lama, hampir selama 8 hari.
"Dalam hal penyidikan terdapat beberapa kendala, seperti salah satunya dalam hal penyelidikan keberadaan kendaraan yang menabrak. Ini juga akhirnya memakan waktu," kata Ibrahim.
Namun, lanjut Ibrahim, pada akhirnya semua proses itu menemukan titik terang. Sehingga polisi bisa mengungkap kasusnya serta menetapkan tersangka. (OL-16)
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi antara Polres Lampung Utara, Lapas Kelas IIA Kotabumi, dan Rutan Kelas IIB Kotabumi kembali membuahkan hasil dalam pemberantasan narkoba.
Penyelidikan masih terus berjalan intensif namun menghadapi sejumlah hambatan signifikan di lapangan.
Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik uang palsu
Para tersangka mengaku telah melakukan penyelundupan sebanyak dua kali dengan total volume mencapai 11,2 ton pasir timah.
Penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa sejumlah pejabat setingkat kepala bagian dan kepala dinas di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Para peserta merupakan gabungan anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved