Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAYANAN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/8) terhenti. Akibatnya, warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan menjadi terlantar dan pulang dengan tangan hampa.
Lumpuhnya pelayanan pengurusan administrasi kependudukan di Disdukcapil dipicu aksi puluhan tenaga honorer yang melakukan aksi mogok kerja sebagai imbas rencana penghapusan pekerja honorer pada akhir 2023. Dalam tuntutannya, mereka meminta kejelasan nasib dan statusnya bila diberhentikan sebagai tenaga honorer. Belum diketahui hingga kapan para honorer ini akan melakukan aksinya.
Kepala Disdukcapil Bandung Barat, Hendra Trismayadi mengakui, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat terhenti sejak pagi hingga siang akibat aksi mogok pegawai honorer.
"Pada hari ini pelayanan aminduk lumpuh total, hanya pelayanan legalisir saja yang masih berjalan seperti biasa. Tadi sudah coba diselesaikan dengan cara mediasi," katanya.
Aksi mogok diikuti sekitar 56 tenaga honorer, Hendra menyampaikan, pihaknya akan berusaha agar puluhan honorer tersebut bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Pada prinsipnya kami upayakan agar TKK (honorer) bisa masuk dengan status PPPK. Tapi kan ada tahapannya, kami tempuh satu persatu dan penuhi persyaratannya," ujar Hendra.
Idealnya, lanjut dia, Disdukcapil membutuhkan 120 orang pegawai untuk melayani kebutuhan administrasi kependudukan di wilayah Bandung Barat. Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) tidak sebanding dengan beban kerja. Karena itu, keberadaan tenaga honorer sangat membantu pekerjaan.
"Jujur saja kami membutuhkan tenaga honorer untuk membantu kerja para PNS yang saat ini jumlahnya hanya 31 orang. Memang bisa disebut pegawai di kita masih jauh dari ideal," jelasnya. (OL-15)
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Data dari Disdik menyebut saat ini jumlah guru honorer sebanyak 3.144 orang, dengan rincian 814 guru, 33 guru tutor dan 2.133 guru PAUD.
Para tenaga honorer dari tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang tergabung dalam “Aliansi Honorer Non Data BKN Gagal CPNS Indonesia” berunjuk rasa di Jakarta.
Melalui Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025, masyarakat dari 15 golongan kini bisa menikmati layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara gratis.
Sementara Kasat Intelkam Polres Bangka Iptu Djunaidi mengatakan, sejak di penerimaan P3K dibuka kamis lalu jumlah pemohon SKCK membludak.
Bupati Eka Putra juga menyampaikan, akan memperjuangkan tenaga honorer ini untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.
Acara pelantikan ini menjadi momen penting bagi para tenaga honorer dan tenaga kerja non-ASN yang selama ini telah berkontribusi dalam pelayanan publik di Kota Bengkulu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved