Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HEWAN ternak yang terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK) kembali bertambah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ini ditemukan petugas saat memeriksa hewan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas menjelaskan petugas mereka kembali menemukan hewan ternak yang terpapar PMK. "Jumlah yang terpapar bertambah," tutur Asep, Selasa (14/6).
Total hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Cirebon mencapai 895. Jumlah tersebut terdiri dari 814 sapi dan 81 kerbau.
Sebelumnya, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Cirebon mencapai 748 yang terdiri dari 702 sapi dan 46 kerbau. Hewan ternak yang terpapar PMK tersebar di sejumlah kecamatan.
Penyumbang temuan kasus PMK terbanyak berada di Kecamatan Gunung Jati, Kecamatan Tengah Tani, dan Kecamatan Arjawinangun. Untuk hewan ternak yang terpapar PMK akan dipisahkan dari yang sehat.
Namun, ia mengakui mereka kesulitan melakukan isolasi sapi yang terjangkit PMK. "Ini karena jumlah dan luas kandang ternak di Kabupaten Cirebon terbatas," tutur Asep.
Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Gelontorkan Rp81 Miliar Menuju Kabupaten Layak Anak
Karena itu, sapi dan kerbau yang terjangkit PMK hanya ditempatkan agak jauh dengan sapi lain tetapi masih di kandang yang sama. Selanjutnya sapi yang sakit juga akan mendapatkan vitamin dan obat yang sesuai dengan gejala yang mereka alami.
Hanya, stok obat yang dimiliki instansinya kini justru telah habis. Mereka pun menggunakan bantuan obat dari Pemprov Jabar yang jumlahnya juga terbatas.
Pemkab Cirebon berencana membantu obat-obatan untuk menangani hewan ternak yang terpapar PMK. Asep juga berharap anggaran untuk keperluan tersebut segera turun. (OL-14)
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Rijalul mengungkapkan program Flash Sale Qurban ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam berkurban.
UNTUK menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, sehat dan sesuai syariat menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Simak tips perencanaan keuangan kurban Idul Adha 2026 dari Dompet Dhuafa. Tersedia pilihan harga fleksibel untuk distribusi dalam dan luar negeri.
Dibandingkan tahun lalu, penjualan justru mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid meninjau Balai Ternak Lombok Tengah. Stok sapi Bali dipastikan siap memenuhi kebutuhan Iduladha 2026 dan memberdayakan mustahik.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved