Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan pemberlakuan
pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah Muhammadiyah dievaluasi.
"Majelis pendidikan dasar dan menengah terus mengawal di sekolaha. Pembelajaran tatap muka kita tinjau ulang 1-2 minggu ini," ungkapnya saat peluncuran Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) di Hotel Inna Malioboro, Yogyakarta, Kamis (3/2).
Haedar menyatakan pembelajaran di sekolah mundur ke belakang, alias kembali menerapkan pembelajaran bauran. "Tidak masalah, yang terpenting kasus covid-19 bisa mereda dan pembelajaran bisa membaik ke depannya."
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan lengah terhadap
covid-19. Hal itu disampaikan merespon meningkatnya kasus omikron di Indonesia.
"Tetap waspada, menjaga prokes, dan jangan lengah. Insya Allah kita bisa mengatasinya. Kami mengajak masyarakat puasa dari berbagai kerumunan," katanya.
Muhammadiyah telah menyiapkan rumah sakit untuk ikut menangani lonjakan kasus covid-19. "Seperti tahun lalu, kita siapkan lebih dari 3.000 tempat tidur. Rumah sakit milik Muhammadiyah terus meningkatkan kapasitas guna ikut menangani pandemi covid-19," ungkap Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah, Mohammad Agus Samsudin. (N-2)
Haedar Nashir berpesan agar UMSU di bawah kepemimpinan yang baru dapat menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan sebaik mungkin.
Semenjak gencatan senjata, tidak perubahan yang terjadi di Gaza, bahkan pembunuhan oleh tentara Israel masih berlanjut
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy menyatakan belum mendalami skema soal wacana pemerintah mengenai war tiket haji.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa gelar akademik tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai intelektual sejati.
Tantangan masa depan, baik di level lokal, nasional, maupun global, membutuhkan pemikiran yang tajam serta relevan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved